Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | 10 Ribu Massa FUI Demo Istana, Ahmadiyah Segera Dibubarkan - 10 Ribu Massa FUI Demo Istana, Ahmadiyah Sege

10 Ribu Massa FUI Demo Istana, Ahmadiyah Segera Dibubarkan

altJakarta (SI ONLINE)-Sekitar sepuluh ribu umat Islam memenuhi Bundaran Hotel Indonesia Jakarta menuntut pembubaran aliran sesat Ahmadiyah, Selasa (1/3/2011). Massa dari berbagai ormas Islam itu mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Pembubaran Ahmadiyah.


Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyerukan dalam orasinya bahwa umat Islam tidak akan mundur dalam perjuangan membubarkan Ahmadiyah. “Kita tidak akan pernah kompromi. Pembubaran Ahmadiyah adalah harga mati. Karena Ahmadiyah  telah menodai akidah Islam”, katanya.

Bahkan FPI menyatakan menolak meskipun Ahmadiyah dijadikan sebagai agama tersendiri. Alasannya, Ahmadiyah adalah penodaan agama. Bila Ahmadiyah dijadikan agama sendiri, berarti penodaan agama dilegalisasikan. “Legalisasi penodaan agama merupakan pelanggaran HAM dan tidak akan pernah kita terima Jadi untuk Ahmadiyah hanya ada satu kata, bubarkan!”, katanya lantang, diikuti juga para pendemo.

Habib Rizieq juga menyinggung pernyataan seorang tokoh nasional mantan Ketua Mahkamah Konstitusi. Sang mantan Ketua MK itu, dikatakan Habib Rizieq telah mengatakan biarkan ahmadiyah menikmati kesesatannya jangan kita ganggu.

“Kita mau jawab di tempat ini, sampaikan kepada sang tokoh kalau memang dia mengatakan biarkan Ahmadiyah menikmati kesesatannya. Maka kita mengatakan kepada yang bersangkutan, kalau besok kau punya istri diperkosa oleh penjahat. Maka katakanlah biarkan penjahat menikmati kejahatannya. Jangan sembarangan bicara”, ingat Habib Rizieq.

Menurut Habib Rizieq, Ahmadiyah adalah pemerkosaan terhadap akidah Islam. Maka dari itu ajaran sesat menyesatkan itu tidak boleh dibiarkan. “Harus dibubarkan”, ungkapnya.

Sementara itu Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath yang berorasi setelah Habib Rizieq mengatakan bahwa kebohongan besar Ahmadiyah adalah ketika si nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad dalam kitab Tadzkiroh halaman 51,  menyampaikan ‘wahyu’ berbunyi: “Ya Ahmad, yatimmu ismuka walaa yatimmu ismi” yang artinya, “Hai Ahmad, namamu sempurna sedangkan nama-Ku (Allah) tak  sempurna”.

Kini keberadaan kelompok sesat Ahmadiyah itu dinilainya  makin agresif saja. Sarena mereka merasa dibiarkan saja oleh pemerintah, bahkan dilindungi dari “gangguan” umat Islam, serta mendapat dukungan dari Setara Institute dan kelompok-kelompok LSM liberal antek asing yang hidup dari sumbangan dana luar negeri.
Karena itu FUI menuntut agar pemerintahan Presiden SBY segera mengeluarkan Keppres Pelarangan dan Pembubaran Ahmadiyah.

“Kami juga menuntut agar para pemimpin Ahmadiyah ditangkap dan diadili, sedang para anggota  jemaah Ahmadiyah dibina dan dikembalikan kepada ajaran Islam yang benar (ruju’ ilal haq)”, kata Al Khaththath.

Bila presiden tetap juga enggan membubarkan Ahmadiyah, FUI mengingatkan bahwa SBY akan berhadapan dengan Allah dan Rasul-Nya. “Juga berarti dia tak melaksanakan UU No. 1/PNPS/1965. Artinya, Presiden SBY telah  melanggar sumpah jabatannya yang membuatnya layak dimakzulkan!”, tegas Al Khaththath.

Setelah berorasi di Bundaran Hotel Indonesia ribuan massa itu kemudian berjalan ke depan Istana Negara dengan menyusuri Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat. Empat ruas jalan, bahkan hingga jalur busway, dipadati oleh para pendemo.

Setelah sampai depan Istana Negara, para tokoh FUI diterima oleh Presiden SBY yang diwakili oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Kepada pemerintah disampaikan tuntutan FUI tentang pembubaran Ahmadiyah dan dokumen bukti kesesatan Ahmadiyah dari FPI. Delegasi FUI diwakili Habib Rizieq Syihab, Muhammad Al Khaththath, Munarman, Mursalin, Alfian Tanjung dan beberapa tokoh lainnya. 

"Pemerintah cukup surprise dengan informasi dan data-data yang kita sampaikan tentang kesesatan Ahmadiyah", kata Al Khaththath dalam orasinya seusai keluar Istana.

Dalam pertemuan itu, pemerintah menyatakan akan segera membahas Keppres Pembubaran Ahmadiyah. Kemenag juga berjanji akan membahas draf Keppres Pembubaran Ahmadiyah itu bersama FUI dan ormas Islam di Kantor Kemenag, Selasa besok (2/3/2011).

FUI mengapresiasi niat baik pemeriintah itu dan akan terus mengawal proses keluarnya Keppres itu. Jika akhirnya SBY tidak juga mengeluarkan, maka FUI akan kembali bersama umat berdemo di Istana Negara, bahkan akan menginap. Bubarkan Ahmadiyah atau revolusi!!.

Rep: Shodiq Ramadhan

 

 

Comments (4)
  • nur bumi
    avatar


    saya sempat meneteskan air membaca berita ini.LUAR BIASA. HEBAT-HEBAT. melihat kegigihan dan kehebatan mereka dalam menjaga ISLAM dari tangan-tangan para si KAFIR dan si MUNAFIK yg hendak menodai risalah ISLAM dengan dalil AGAMA HAM.

    Kepada FPI, MUI, FUI,dan Menteri AGAMA serta semua umat Islam yg ikut di acara tsb, kami mengucapkan BERJUTA-JUTA TERIMA KASIIH, dan SELAMAT BERJUANG. tanpa kalian, siapa yg bisa diandalkan dan diharapkan di negeri ini??
    Maju terus PANTANG MUDNUR.

    Kepada FPI Pusat, tolong FPI di Purwokerto supaya dihidupkan kembali. tumpas maksiat di sana, sebelum GUNUNG SELAMAT menumpahkan LAHAR MURKANYA. terima kasih.

  • Anonymous
    avatar
    Saya setuju dengan Habib bahwa Ahamadiyah harus dibubarkan, karena telah menodai agama Islam. Memang kecenderungan manusia apabila disebut sebagai tokoh atupun intelektual, akan merasa dirinya atau ucapannya adalah paling benar. Orang tidak perlu mengajarkan umat Islam tentang toleransi. Toleransi sudah lama dipraktekkan oleh umat Islam, semenjak 14 abad yang lalu. Kehidupan beragama di Indonesia dapat berlangsung aman adalah buah toleransi umat Islam terhadap agama lain. Coba bandingkan dengan di negara non muslim, untuk membuat menara masjid saja tidak dibolehkan, mengumandangkan azan pun dilarang.
    Umat Islam seorangpun tidak akan peduli jika sang tokoh mau menyembah batu, mau menyembah pohon, mau menyembah binatang bahkan mau menyembah babi sekalipun umat islam tidak akan peduli. Tapi, jangan bilang itu adalah ajaran agama Islam. karena itu jels-jelas melecehkan dan menodai agama Islam. Jangankan untuk menyembah yang demikian itu, untuk mengatakan bahwa binatang kurban yang dipe...
  • Anonymous
    avatar
    masya allah,,,walau ana tidak ikut dalam pembubaran ahmadiyah, tapi hati ana menyetujui untuk dibubarkannya ahmadiyah, ana sangat setuju. ana berharap islam diindonesia semakin maju berada dimanhaj yang lurus, tetap istiqomah dalam ketauhidannya, ana berharap semua sesuatu yang menjadi tandingan allah itu dapat diberantas, agar bumi ini tidak bergetar, agar langit tidak terus menangis, agar makhluk - makhluk yang ada dimuka bumi ini tidak terus melaknat para maksiat.amiinnn,,,,,
  • Anonymous
    avatar
    masya allah,,,subhanallah,,,,
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   

Last Updated (Wednesday, 02 March 2011 19:07)

 
Who's Online
We have 140 guests online
TV Suara Islam
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Komentar TV Islam
TERKAIT