Satu Maret Hari Dimulainya Revolusi Islam
Jakarta (SI ONLINE)-Kalau rakyat Mesir memulai revolusi untuk menjatuhkan kediktatoran Presiden Housni Mubarak pada 25 Januari dan baru berhasil pada 11 Februari (18 hari) lalu, maka umat Islam Indonesia tidak mau kalah dengan umat Islam Mesir.
Umat Islam Indonesia akan memulai Revolusi Islam untuk mendesak Presiden SBY turun dari jabatannya jika tidak bersedia membubarkan Ahmadiyah pada 1 Maret nanti, bertepatan dengan peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 terhadap Kolonial Belanda di Kota Yogyakarta.
Umat Islam sudah mengultimatum Presiden SBY, jika ampai 1 Maret belum mengeluarkan Keppres untuk membubarkan Ahmadiyah, maka puluhan ribu umat Islam akan berusaha menduduki Istana Negara hingga berhari-hari sampai Presiden SBY mengeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah atau mengundurkan diri dari kursi kepresidenan. Jadi pada tanggal 1 Maret itulah dimulainya Hari Revolusi Islam untuk menjatuhkan pemerintahan pelindung dan pendukung Ahmadiyah tersebut.
“Jika sampai 1 Maret nanti Presiden SBY belum mengeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah, maka puluhan ribuan umat Islam akan siap menduduki Istana Negara untuk memaksa Presiden SBY membubarkan Ahmadiyah atau lengser dari jabatannya,” seru Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ustadz Muhammad Al-Khaththath yang disambut dengan takbir ribuan massa umat Islam yang memadati Bundaran Hotel Indonesia (HI) dalam demo Pembubaran Ahmadiyah, Jum’at (18/2/2011) kemarin.
Apel Siaga Umat Islam untuk Pembubaran Ahmadiyah itu diikuti berbagai ormas dan partai Islam yang tergabung FUI, seperti Front Pembela Islam (FPI), PPP, Syarikat Islam, Hizb Dakwah Islam (HDI), Laskar LEPAS, Al Ittihadiyah, Al Washliyah, Majelis Mujahidin, Forsap, Sharia4Indonesia, GPI, GARIS, KMKI, Dibo Piss, STAI PTDI, Majelis-Majelis Taklim dan Sholawat serta Dzikir, Pondok Pesantren dan lain-lain. Mereka memadati Bundaran HI sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas.
Dalam pernyataan yang dibacakan Ustadz Muhammad Al-Khaththath, FUI menuntut Presiden SBY segera mengeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah, Mabes Polri segera menangkap para pemimpin Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan memprosesnya secara hukum, Mendagri agar segera mencabut surat izin Keormasan JAI, pemerintah agar menindak LSM Sepilis dan Komprador yang memprovokasi Ahmadiyah sehingga memunculkan instabilitas nasional dan umat Islam agar bersatu menghadapi musuh-musuh Allah subhanahu wataala.
Setelah menggelar orasi kurang lebih dua jam di bundaran HI, ribuan massa umat Islam bergerak ke Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, jakarta Pusat sejauh kurang lebih 2 km dari Bundaran HI. Massa menuntut agar Komnas HAM bersikap obyektif dan adil serta jangan terus menerus memojokkan umat Islam dengan dalih HAM, seperti dalam kasus Ahmadiyah di Pandeglang. Padahal sesungguhnya umat Islamnya yang dilanggar HAM nya oleh jamaah kafir Ahmadiyah dengan menodai kesucian Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW. FUI meminta agar Komnas HAM menghentikan pembelaannya terhadap aliran sesat Ahmadiyah.
Jika Komnas HAM terus menerus menfitnah umat Islam, maka FUI berjanji akan mengerahkan massa lebih banyak lagi untuk menduduki kantor Komnas HAM, yang saat ini dikendalikan para tokoh pro Sepilis seperti Ketuanya Ifdhal Kasim dan Ridha Saleh. Sehingga mereka mampu memanfaatkan Komnas HAM untuk terus menerus mendiskreditkan umat Islam Indonesia.
Rep: Abdul Halim
-
|2011-02-19 21:33:55 Aisyah Az Zahra - oke
Seandainya kami terus didzalimi, tentu saja semangat perlawanan akan semakin kencang
Maju terus Muslim Indonesia
Semangat
Pantang Mundur saat Datang Waktu Perjuangkan Kebenaran
ALLAHU AKBAR!!!
-
|2011-02-21 16:58:37 Anonymous
asskm...
mudah2 an agama dan hukum allah swt tegak dengan sebenarnya di bumi indonesia.semoga allah swt menghancurkan pemerintahan dan sistem yang sekarang ini dan menggantinya dengan pemimpin yang keras terhadap para orang2 kafir dan lembut terhadap orang2 yang beriman....
maju terus para pejuang allah swt...
wass...
Last Updated (Saturday, 19 February 2011 19:49)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...