Umat Islam Bekasi: Jalin Ukhuwah, Hadapi Kristenisasi
Bekasi (SUARA ISLAM ONLINE)-Kawasan Bekasi memang tengah diserbu Kristenisasi. Lagi-lagi masalah pembangungan gereja illegal meresahkan masyarakat di perumahan Villa Nusa Indah, Jatiasih, Bekasi. Menghadapi serbuan kristenisasi ini, masyarakat Muslim menyadari perlunya kekuatan bersama, kekompakan dan ukhuwah Islamiyah.
Ini sangat penting mengingat semua kegiatan Kristenisasi, mulai yang berkedok kegiatan sosial sampai pembangunan gereja liar berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.Takmir dan jamaah Masjid Asyifa yang terletak di kawasan blok DD-EE Perumahan Villa Nusa Indah II sangat konsen terhadap segala bentuk kristenisasi yang melanggar hukum tersebut.
“Masyarakat resah dengan banyaknya kegiatan Kristenisasi berkedok kegiatan sosial dan adanya rencana pembangunan gereja tanpa ijin di Perumahan Villa Nusa Indah ini. Untuk menghadapi itu, kami mendorong urgensi saatnya umat Islam bersatu memperkokoh tali ukhuwah”, demikian kata H. Agus Laksono, Ketua DKM Masjid As-Syifa di Kompleks Villa Nusa Indah-II, Ahad (23/1/2011).
Dalam rangka memperkokoh ukhuwah tersebut, Masjid As-Syifa menggelar Tabligh Akbar bertajuk “Pentingnya Ukhuwah Islamiyah untuk Membangun Persatuan Umat”, Ahad, 23 Januari 2011 bertempat di halaman Masjid Asy-Syifa yang cukup luas dan representatif itu. Tabligh Akbar menghadirkan pembicara Ust. Sobri Lubis (Sekjen DPP FPI), dan Ust Ihya Ulumuddin (terkenal dengan sebutan Kyai Jaka Tingkir Ider Kelana-Pimpinan Podok Pesantren Al-Hidayah, Pondok kelapa).
Ustad Sobri Lubis menjelaskan konsen FPI yang tidak saja menentang segala bentuk kemungkaran yang berkembang di masyarakat tanpa ada tindakan hukum dari penguasa, dari kristenisasi sampai pemberantasan kegiatan maksiat. Tapi FPI juga melakukan tugas amar ma’ruf di seluruh penjuru tanah air, mulai dari Tsunami Aceh sampai Meletusnya Gunung Merapi.
Sayangnya, kata ustadz Sobri, media hanya menyorot kegiatan nahi mungkar saja. “Ketika anak-anak FPI membanting-banting botol minuman keras. Masuk televisi, diberitakan FPI melakukan perampasan minuman keras. Tapi kegiatan yang bersifat amar ma’ruf, seperti ketika ada tsunami di Aceh dan penanggulangan korban gunung Merapi, aksi FPI tak pernah diberitakan”, katanya.
Sementara Ustadz Jaka Tingkir, dengan gayanya yang kocak dan menghibur, lebih menyoroti berbagai faktor yang mendorong umat terpecah.
“Ini tak lepas dari konspirasi Yahudi Israel yang memecah belah umat Islam. Mereka menyadari umat Islam tak bisa dipecah kalau hanya dengan kekuatan dari luar. Maka dari itu, umat Islam dicoba dipecah dari dalam. Islam dipecah belah oleh umat Islam sendiri”, ujar Kyai berpenampilan santai dengan rambut gondrong tersebut.
Ustadz Jaka Tingkir kemudian menyebut adanya banyak aliran sesat bermunculan seperti Ahmadiyah dengan Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku Nabi, Lia Aminuddin yang mengaku Jibril dan juga Mozadeg. "Itu semua merupakan virus yang menyerang umat Islam”, lanjutnya.
Dijelaskan lebih lanjut, “Perbedaan Mazhab dan banyaknya kelompok-kelompok dalam Islam juga memperlemah persatuan umat”, tambahnya.
Virus yang menyerang umat, katanya, juga menyerang umat lewat tontonan televisi, misalnya melalui tayangan sinetron-sinetron yang banyak sekali”
Acara Tabligh Akbar diselingi penampilan Marawis oleh kelompok Remaja Masjid Asy-Syifa, dihadiri tak kurang dari 600 hadirin, berakhir menjelang Dhuhur, dan ditutup dengan doa oleh ustadz Abdul Kadir dari Dewan Da’wah Bekasi. Penyelenggaraan Bazar melengkapi acara Tabligh Akbar yang didukung oleh FUI Bekasi, Radio DAKTA, www.voa-islam.com, dan www.suara-islam.com.
Rep: Syah Agusdin
Red: Shodiq Ramadhan











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...