FPI: Darah Harus di Bayar Darah!
“Darah harus di bayar dengan darah, luka harus di bayar dengan luka, nyawa harus dibayar dengan nyawa, akan tetapi mengapa hal itu tidak dilakukan oleh Arab Saudi terhadap warganya yang melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap Tenaga Kerja Indonesia” tegas KH. Sobri Lubis dalam orasinya di depan Kedubes Arab Saudi.
Ratusan masa Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi di depan kedutaan besar Arab Saudi pada Senin, (22/11/2010) menuntut pemerintah Saudi bersikap adil dalam menyelesaikan penyiksaan dan pembunuhan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI), termasuk dalam kasus Sumiati.
Dalam orasinya Sekertaris Jendral FPI KH. Sobri Lubis juga mengecam pemerintah Indonesia yang selalu mengambil jalan tengah dengan modus perdamaian dan kompensasi ganti rugi dalam menyelesaikan berbagai kasus penyiksaan maupun pembunuhan yang di alami oleh TKI.
“Ini adalah mental dari pejabat Indonesia yang dalam meyelesaikan berbagai kasus penyiksaan maupun pembunuhan yang di alami oleh TKI dengan perdamaian dang anti rugi, sehingga kasus semacam ini berulang kali terjadi”, tegas sekjen FPI.
Dalam aksi tersebut beberapa orang perwakilan FPI dan FUI diterima oleh kedubes Saudi, diantaranya KH. Misbahul Anam (Dewan syuro FPI), Habib Salim Bin Umar Al Attos (Ketua DPD FPI DKI Jakarta), dan KH. Muhammad Al Khaththath (Sekjen FUI). Sampai berita ini diturunkan pertemuan dengan Dubes Arab Saudi masih berlangsung.
Last Updated (Monday, 22 November 2010 13:31)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...