Selain Biang Rusuh, Warga Ahmadiyah Punya Naluri Preman
Sungguh ironis, Warga Ahmadiyah yang namanya selalu dielu-elukan sebagai kelompok yang cinta damai dan anti kekerasan oleh LSM-LSM Liberal ternyata sama dengan Preman-Preman yang mengamuk di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Minggu kemarin.
Hal ini terbukti saat Pihak Kepolisian akhirnya menetapkanWarga Ahmadiyah sebagai tersangka penusukan terhadap Rendi, seorang warga Kabupaten Bogor.Jemaah Ahmadiyah ternyata pihak yang berinisiatif menyerang warga Desa Ciampea Udik, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut penuturan Imam Tamami (21), salah satu korban sabetan senjata tajam kala warga bermaksud damendatangi Mesjid At-Taufiq milik Ahmadiyah selepas ibadah salat Maghrib.
Diluar dugaan para Warga Ahmadiyah sudah mempersiapkan diri dengan memadamkan total lampu, sehingga keadaan di sekitar menjadi gelap gulita. Pada saat itulah, tiba-tiba ada beberapa sekelompok orang melakukan penyerangan dan penusukan. Akibatnya, Imam terkena sabetan senjata tajam di dahi kepalanya dan harus dijahit sebanyak delapan jahitan.Di saat peristiwa penyabetan itulah dirinya baru sadar ternyata para warga Ahmadiyah mempersiapkan diri dengan senjata tajam. Sesaat setelah terkena sabetan, ia mengaku tidak menghiraukan lukanya terus mengeluarkan darah.
Sementara itu Pihak Kepolisian juga telah menetapkan tersangka pelaku penusukan, menurut Kadivhumas Polri Irjen Pol. Iskandar Hasan seperti dilansir detik.com (04/10/2010) yang menjadi tersangka adalah M. Nur Yam (35). Ia (M. Nur Yam) mengaku melakukan penusukan kepada Rendi dengan pisau dapur stainlessteel. Selanjutnya M. Nur dijerat pasal penganiayaan dan kepemilikan senjata tajam, dikenakan pasal 351 ayat 2 KUHP dan pasal 2 UU darurat no 12 tahun 1951.
Di tempat yang berbeda, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Zulkarnaen Harahap saat dihubungi wartawan mengungkapkan bahwa tersangka juga sudah ditangkap dan ditahan di Polres Bogor.
Perilaku Warga Ahmadiyah ini merupakan bukti nyata bahwa selain mereka Biang Kericuhan juga memiliki naluri Premanisme. Pada akhirnya masyarakatpun dapat mengetahui siapa sebenarnya Ahmadiyah yang di-Backing oleh LSM-LSM Liberal.
Hal ini sangat berbeda dengan Front Pembela Islam (FPI), selama ini FPI yang dituding sebagai biang kekerasan oleh LSM-LSM Liberal justru lebih gentleman, dengan memenuhi panggilan ke Polda untuk diperiksa dan siap bertanggung jawab terkait bentrokan antara 200 massa HKBP dengan 9 warga Bekasi (Tabloid Suara Islam Edisi 98 hal 15). (berbagai sumber)
Comments (2)
-
|2010-10-05 22:10:59 ikhwan895
Berita seperti ini kok ga ada diberitakan oleh media2 tv "sekuler", yg diliput cuma pasca pembakarannya doang!
-
|2010-10-06 17:54:09 Cinta Indonesia - Media Sekuler
Jelas aja gak ada satupun media tv sekuler yang beritain, lah Ahmadiyah kan bagian dari mereka, Yang pasti klo ahmadiyah mah cuman satu diantara alat untuk mecah belah umat islam Indonesia yang minoritas secara kualitas dan mayoritas secara kuantitas (KTP)
Dah bubarin aja ahmadiyah, sekalian kelompok preman yang chauvinis, komunis, liberalis.
Tuh alat-alat tuk hancurin islam di indonesia
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2
Last Updated (Tuesday, 05 October 2010 12:34)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...