Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Ary Ginanjar Siap Klarifikasi Kontroversi Kesesatan ESQ di FKSK-58 - Ary Ginanjar Siap Klarifikasi Kontrov

Ary Ginanjar Siap Klarifikasi Kontroversi Kesesatan ESQ di FKSK-58

 

altSepuluh tahun berlalu sudah, lebih dari 850 ribu orang pernah mengikuti dan menjadi  alumni pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ)

. Mereka tersebar di kota-kota seluruh Indonesia, Malaysia, Timur Tengah, sampai Eropa. Tidak pernah ada keluhan sedikitpun tentang lembaga pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) yang di komandoi oleh Ary Ginanjar ini.

Namun sepuluh tahun ternyata bukanlah umur yang cukup mapan untuk membangun Lembaga Training SDM plus unsur spiritualitas. Ary Ginanjar bukan ulama yang tahu betul agama, ESQ sendiri merupakan salah satu metode pendidikan karakter, bukan lembaga agama ataupun lembaga dakwah, akan tetapi ESQ selalu menggunakan ajaran Islam sebagai basic ajarannya.

“ESQ-muda” kini mengalami keguncangan, apa pasal. Fatwa Datuk Hj. Wan Zahidi Bin Wan Teh Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan yang meliputi Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan menganggap ESQ milik Ary Ginanjar Agustian melenceng dari ajaran agama Islam. Dalam fatwanya tersebut bahwa ESQ dinilai liberal dan cenderung pluralis.

Akibat kejadian tersebut banyak pertanyaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat benarkah ESQ menyimpang dari ajaran Islam, atau bahkan menyesatkan. Atas dasar itulah ESQ mengundang berbagai media Islam sabtu, (17/7/2010) di ESQ Leadership Center, Pondok Pinang, Jakarta Selatan untuk mengklarifikasi Fatwa yang disampaikan Datuk Hj. Wan Zahidi Bin Wan Teh.

Menaggapi kontroversi ESQ tersebut Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath mengatakan “jika memang benar ada penyimpangan ajaran Islam di dalam pelatihan ataupun buku-buku ESQ maka perlu di luruskan oleh para ulama, wajar jika ada ulama yang mengkoreksi, dan justru salah besar jika ulama mendukung kesesatan”.

Saat di temui di kantornya Ary Ginanjar juga mengatakan bersedia dan mau diskusi dengan para ulama yang telah memfatwa sesat ESQ. Dalam waktu dekat Ary Ginanjar juga akan hadir dalam dialog yang akan di gelar oleh Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK-58) yang diselenggarakan FUI. Rencananya diskusi tersebut akan mengundang Ustadz Amin Djamaluddin, pakar dan pemerhati aliran sesat di Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), KH. Muhammad al Khaththath (Sekjen FUI), dan Datuk Hj. Wan Zahidi Bin Wan The (Mufti Malaysia).

Menjadi amat baik jika semua kontorversi ini di akhiri dengan memberikan informasi yang sebenarnya, baik kepada para ulama, maupun masyarakat. Umat bisa langsung hadir sekaligus bertanya dengan narasumber di FKSK-58 nanti. (mj)
 





 

Comments (4)
  • Rahman H  - ESQ Ary Ginanjar
    avatar
    Inilah bukti semakin langkanya Ulama, sepuluh tahun tidak ada tanggapan. Ary Ginanjar mana ngerti sesat atau tidaknya dia, sebagaimana kebanyakan orang yang mengaku muslim tapi malas belajarttg diinul Islam.
  • hanyfah  - Assalaamu'alaikum
    avatar
    Pagii.. saya alumni ESQ Remaja, ingin mengucapkan terimakasih sama Om Ary karena dengan training yang saya ikuti saya sekarang bahagia mengenal Allah dan Rosulullah, saya berjanji tidak akan meninggalkan shalat dan saya harus sungguh-sungguh belajar dan berbakti kepada keduaorang tua. Sekarang saya bisa mengendalikan emosi dan lebih bersemangat hidup dan berbuat baik karena smua itu kelak akan dibalas oleh Allah. Terimakasih Om Ary.. semoga teman-teman di seluruh dunia mendapatkan kebahagiaan seperti yang saya rasakan dan semoga para orangtua sadar bahwa kebahagiaan kami sebagai anak-anak bukanlah sekedar materi yang diberikan.. tapi ketika kami diberi kesempatan untuk mengenal dan mencintai Allah.. salam ESQ hanyfah
  • muhammad shofwan  - DASR ESQ
    avatar
    Silahkan baca karya asli Zohar dan Marshal dalam ESQ yang menyatakan bahwa kecenderungan manusia untuk mengenal Tuhan Yang maha Kuasa adalah karena adanya sebutir syaraf di dalam kepala/otak manusia. Jelas pola berfikir religius seperti ini hanya berdasarkan pada aspek materailtik yang bertentangan dengan aqidah islam. Padahal islam mengajarkan ( dalam Al Qur'an ) bahwa ruh sudah bersaksi bahwa yang menjadi Rob atau Ilah ( dalam arti sempit
    Tuhan ) manusia adalah Allah.Jadi bukan sebutir syaraf yangf ada di otak yang membuat manusia megnenal Allah itu. Selain itu apakah ada contoh ( uswah ) daqfri Rosulullah untuk membaca asmaul husna sambil m,elakukan ritual seperti dalam praktek ESQ ala Ary Ginanjar. kalau gak ada contoh dari rolululllah berarti itu mengada ada dalam peribadatan. dalam hadits kalau mengada ada dalam peribadatan itu Bid'ah dan bid'ah itu tempatnya di neraka. Wallahu a'lam bishshowab.
  • andriz.  - meluruskan saja
    avatar
    Pada dasarnya yang namanya ibadah pada Alloh itu semuanya baik. yang paling penting itu niatnya. bukankah membuang duri di jalan saja sudah jadi ibadah? Sudah deh jangan memperdebatkan soal cara kita mengingat Alloh attau cara ibadah pada Alloh. toh Alloh juga tidak buta. udah deh lebih baik kita perbaiki dulu diri kita udah bener belum ibadah kita. kalo masalah baca asmaul husna sambil bagai manapun itu tetap baik di mata Alloh daripada tidak membacanya. Right?
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   

Last Updated (Monday, 19 July 2010 16:33)

 
Who's Online
We have 90 guests online
TV Suara Islam
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Komentar TV Islam
TERKAIT