Iran Desak AS Minta Maaf
Tehran (SI ONLINE) - Pemerintah Iran telah mengirimkan surat resmi kepada Amerika Serikat yang berisi desakan agar AS meminta maaf kepada Iran karena telah menuduh merencanakan pembunuhan Duta Besar Arab Saudi untuk AS.
Seorang diplomat Iran yang tidak mau disebut identitasnya pada Senin (31/10/2011) telah melayangkan surat ke AS dan mendesak agar AS meminta maaf kepadaIran dan pasukan Al Quds terkait tuduhan rencana pembunuhan Duta Besar Arab Saudi.
Iran mengatakan, tuduhan yang tak berbasis ini melanggar regulasi dan hukum internasional. Selain itu, Iran menyebutkan bahwa AS telah melakukan banyaknya penipuan.
Dalam surat itu, Iran menyebut bahwa AS menggunakan informasi palsu untuk menyerang Irak terkait dengan Perang Irak.
"Setelah terbunuhnya beratus ribu pasukan Iran dan AS dan menghabiskan uang rakyat, AS tidak punya pilihan lain kecuali meninggalkan Irak," demikian yang disebutkan oleh surat Iran ke AS.
pemerintah Iran sendiri sudah berkali-kali menampik tuduhan rencana pembunuhan tersebut. Menurut Iran, AS selalu melancarkan tuduhan-tuduhan baru untuk memojokkan Iran sebagai langkah AS untuk memprovokasi Iran dan Arab Saudi.
Presiden Obama dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bersama Jaksa Agung AS Eric Holder sudah membicarakan masalah tuduhan ini.
Akibatnya, menteri luar negeri AS, Hillary Clinton menegaskan bahwa AS akan menggunakan isu ini untuk memperkuat sanksi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ditolak oleh Rusia dan China.
Red: Jaka
Sumber: nbc
Seorang diplomat Iran yang tidak mau disebut identitasnya pada Senin (31/10/2011) telah melayangkan surat ke AS dan mendesak agar AS meminta maaf kepadaIran dan pasukan Al Quds terkait tuduhan rencana pembunuhan Duta Besar Arab Saudi.
Iran mengatakan, tuduhan yang tak berbasis ini melanggar regulasi dan hukum internasional. Selain itu, Iran menyebutkan bahwa AS telah melakukan banyaknya penipuan.
Dalam surat itu, Iran menyebut bahwa AS menggunakan informasi palsu untuk menyerang Irak terkait dengan Perang Irak.
"Setelah terbunuhnya beratus ribu pasukan Iran dan AS dan menghabiskan uang rakyat, AS tidak punya pilihan lain kecuali meninggalkan Irak," demikian yang disebutkan oleh surat Iran ke AS.
pemerintah Iran sendiri sudah berkali-kali menampik tuduhan rencana pembunuhan tersebut. Menurut Iran, AS selalu melancarkan tuduhan-tuduhan baru untuk memojokkan Iran sebagai langkah AS untuk memprovokasi Iran dan Arab Saudi.
Presiden Obama dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bersama Jaksa Agung AS Eric Holder sudah membicarakan masalah tuduhan ini.
Akibatnya, menteri luar negeri AS, Hillary Clinton menegaskan bahwa AS akan menggunakan isu ini untuk memperkuat sanksi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ditolak oleh Rusia dan China.
Red: Jaka
Sumber: nbc











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...