Netanyahu Tolak Gencatan Senjata
Yerusalem (SI ONLINE) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras tidak akan melakukan gencatan senjata dan akan terus melakukan serangan ke wilayah Gaza.
Pejabat Mesir yang memfasilitasi gencatan senjata antara Palestina dan Israel pada Minggu kemarin (30/10/2011), menyebutkan bahwa Netanyahu tetap bersikeras tidak akan melakukan gencatan senjata.
Netanyahu usai mengadakan pertemuan terbatas dengan kabinetnya mengatakan bahwa Israel tidak punya banyak pilihan jika berhadapan dengan Palestina dan akan terus menghentikan segala bentuk perlawanan terhadap Israel dan siapa saja yang melakukannya.
"Prinsip pertahanan Israel ada dua yakni membunuh atau dibunuh. Siapa yang menyakiti Anda, harus berdarah di kepalanya," ujarnya.
Selain itu, Netanyahu juga mengancam Hamas, "Saya sarankan Hamas, Jihad dan organisasi lain tidak menguji tekad kita untuk mewujudkan dua prinsip yang saya jelaskan di sini."
"Hamas adalah fraksi yang berkuasa di Gaza, oleh karena itulah organisasi tersebut harus bertanggung jawab atas adanya serangan roket yang diluncurkan di wilayah Gaza," tambahnya.
Sebelumnya, sedikitnya 30 roket ditembakkan oleh fraksi kecil di Palestina pada Sabtu pekan lalu dan menghantam Kota Ashdod, Ashkelon, Gan Yavne dan Beer Sheva. Aksi serangan itu merupakan aksi balasan terhadap serangan udara Israel yang menewaskan sembilan orang pejuang Palestina.
Red: Jaka
Sumber: assabeel/israelnationalnews
Pejabat Mesir yang memfasilitasi gencatan senjata antara Palestina dan Israel pada Minggu kemarin (30/10/2011), menyebutkan bahwa Netanyahu tetap bersikeras tidak akan melakukan gencatan senjata.
Netanyahu usai mengadakan pertemuan terbatas dengan kabinetnya mengatakan bahwa Israel tidak punya banyak pilihan jika berhadapan dengan Palestina dan akan terus menghentikan segala bentuk perlawanan terhadap Israel dan siapa saja yang melakukannya.
"Prinsip pertahanan Israel ada dua yakni membunuh atau dibunuh. Siapa yang menyakiti Anda, harus berdarah di kepalanya," ujarnya.
Selain itu, Netanyahu juga mengancam Hamas, "Saya sarankan Hamas, Jihad dan organisasi lain tidak menguji tekad kita untuk mewujudkan dua prinsip yang saya jelaskan di sini."
"Hamas adalah fraksi yang berkuasa di Gaza, oleh karena itulah organisasi tersebut harus bertanggung jawab atas adanya serangan roket yang diluncurkan di wilayah Gaza," tambahnya.
Sebelumnya, sedikitnya 30 roket ditembakkan oleh fraksi kecil di Palestina pada Sabtu pekan lalu dan menghantam Kota Ashdod, Ashkelon, Gan Yavne dan Beer Sheva. Aksi serangan itu merupakan aksi balasan terhadap serangan udara Israel yang menewaskan sembilan orang pejuang Palestina.
Red: Jaka
Sumber: assabeel/israelnationalnews
Comments (1)
-
|2011-10-31 19:30:59 Babah Liem - Iblis
Nakh, apa aku bilang? iblis kok diajak damai! Gak ada sejarahnya tuh. Jangan pernah ada damai dengan bangsa jelmaan iblis yahudi. Jangan ada perundingan apa pun dengan mereka! Lawan terus di jalan Allah: Jihad fi sabilillah! Insya Allah iblis yahudi hancur! Lihat saja waktu mereka menyerang Hisbullah di Libanon. Akhirnya mereka mundur juga. Sudah waktunya iblis yahudi hilang dari muka bumi. Bila akhirnya mereka mundur, rangsek terus sampai ke tel aviv dan Yerusalem! Mereka akan mati. Insya Allah bantuan dari Muslim di seluruh dunia akan mengalir ke Palestina untuk bersama-sama menghancurkan iblis yahudi dari muka bumi. Allahhu Akbar!
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...