NTC Klaim Saif al-Islam Ingin Diadili di Belanda
Sirte (SI ONLINE) - Saif al-Islam, putra alm. Kolonel Muamar Khadafi dikabarkan tengah mencari pesawat untuk membawanya ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, dari sebuah tempat rahasia di padang pasir Libya.
Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber di NTC yang tidak ingin disebutkan namanya pada Jumat (28/10/2011).
Menurut pernyataan pejabat tersebut, Saif tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti ayah dan saudaranya, yang dihakimi oleh massa hingga akhirnya tewas. Saif memilih lebih baik menyerah ke ICC daripada ke Libya.
Niat Saif ini diketahui berkat upaya intelijen NTC yang mengaku membajak satelit penerima sambungan telepon. Saif dikatakan meminta bantuan dari negara lain untuk menyediakan pesawat ke Belanda.
"Ada kontak dengan Mali dan Afrika Selatan serta negara tetangga lainnya untuk penyediaan pesawat. Namun belum ada konfirmasi, dia masih menunggu," ungkap pejabat tersebut.
Saif yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, diduga melarikan diri ketika Khadafi tertangkap di Sirte pekan lalu.
Saat ini, pasukan NTC yang berasal dari Misrata membentuk unit khusus bernama "Chain Brigade" untuk melakukan perburuan terhadap Saif dan mantan kepala intelijen Libya, Abdullah al-Senussi.
Selain itu, pasukan SAS yang didukung oleh pesawat Predator Amerika Serikat (AS) juga memburu Saif.
Red: Jaka
Sumber: dailymail/reuters
Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber di NTC yang tidak ingin disebutkan namanya pada Jumat (28/10/2011).
Menurut pernyataan pejabat tersebut, Saif tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti ayah dan saudaranya, yang dihakimi oleh massa hingga akhirnya tewas. Saif memilih lebih baik menyerah ke ICC daripada ke Libya.
Niat Saif ini diketahui berkat upaya intelijen NTC yang mengaku membajak satelit penerima sambungan telepon. Saif dikatakan meminta bantuan dari negara lain untuk menyediakan pesawat ke Belanda.
"Ada kontak dengan Mali dan Afrika Selatan serta negara tetangga lainnya untuk penyediaan pesawat. Namun belum ada konfirmasi, dia masih menunggu," ungkap pejabat tersebut.
Saif yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, diduga melarikan diri ketika Khadafi tertangkap di Sirte pekan lalu.
Saat ini, pasukan NTC yang berasal dari Misrata membentuk unit khusus bernama "Chain Brigade" untuk melakukan perburuan terhadap Saif dan mantan kepala intelijen Libya, Abdullah al-Senussi.
Selain itu, pasukan SAS yang didukung oleh pesawat Predator Amerika Serikat (AS) juga memburu Saif.
Red: Jaka
Sumber: dailymail/reuters











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...