Akui Terjadi Pelanggaran HAM, NTC Berjanji Adili Pembunuh Khadafi
Benghazi (SI ONLINE) - Para pejabat Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) mengakui adanya pelanggaran HAM terhadap kolonel Muamar Khadafi saat ditangkap hingga tewas mengenaskan, NTC pun berjanji akan menuntut dan mengadili para pembunuh Khadafi.
"Kami telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa suatu pelanggaran hak asasi manusia akan diselidiki oleh NTC. Siapapun yang bertanggungjawab atas hal itu (pembunuhan Khadafi) akan diadili," ujar Wakil Ketua NTC Abdel Hafiz Ghoga saat konferensi pers di Benghazi pada Kamis (27/10/2011).
"Kami sudah melakukan penyelidikan, dan kami memutuskan adanya penggunaan kode etik dalam memperlakukan para tahanan perang. Ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan revolusi, dan saya yakin pelanggaran ini dilakukan oleh seseorang, dan bukan tindakan dari seluruh pasukan revolusi," ujar Ghoga menambahkan.
Sebelumnya, NTC mengklaim bahwa Khadafi tewas dalam baku tembak di Kota Sirte. Namun Dalam sebuah rekaman video terlihat bagaimana Khadafi dianiaya hingga berdarah-darah dan bahkan disodomi dengan sebuah alat sebelum kemudian ditembak dan tewas.
Human Right Watch (HRW) mengatakan, meski Khadafi kerap melakukan tindakan kejam saat dirinya berkuasa, tetap saja disaat tertangkap Khadafi berhak untuk diperlakukan sebagai tahanan sebagaimana mestinya.
NTC juga tidak memperlakukan jenazah Khadafi dengan baik, mereka bahkan mempertunjukkan jenazah Khadafi di sebuah ruang pendingin di toko.
Red: Jaka
Sumber: alarabiya/dailymail
"Kami telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa suatu pelanggaran hak asasi manusia akan diselidiki oleh NTC. Siapapun yang bertanggungjawab atas hal itu (pembunuhan Khadafi) akan diadili," ujar Wakil Ketua NTC Abdel Hafiz Ghoga saat konferensi pers di Benghazi pada Kamis (27/10/2011).
"Kami sudah melakukan penyelidikan, dan kami memutuskan adanya penggunaan kode etik dalam memperlakukan para tahanan perang. Ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan revolusi, dan saya yakin pelanggaran ini dilakukan oleh seseorang, dan bukan tindakan dari seluruh pasukan revolusi," ujar Ghoga menambahkan.
Sebelumnya, NTC mengklaim bahwa Khadafi tewas dalam baku tembak di Kota Sirte. Namun Dalam sebuah rekaman video terlihat bagaimana Khadafi dianiaya hingga berdarah-darah dan bahkan disodomi dengan sebuah alat sebelum kemudian ditembak dan tewas.
Human Right Watch (HRW) mengatakan, meski Khadafi kerap melakukan tindakan kejam saat dirinya berkuasa, tetap saja disaat tertangkap Khadafi berhak untuk diperlakukan sebagai tahanan sebagaimana mestinya.
NTC juga tidak memperlakukan jenazah Khadafi dengan baik, mereka bahkan mempertunjukkan jenazah Khadafi di sebuah ruang pendingin di toko.
Red: Jaka
Sumber: alarabiya/dailymail











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...