Kongres AS Usulkan Pangkas Aset Khadafi Untuk Kompensasi
Washington (SI ONLINE) - Seorang anggota Kongres dari partai Republik, Dana Roerbaker mengusulkan adanya kompensasi atas jasa AS selama operasi militer di Libya.
"Libya memiliki aset besar. Kita harus menuntut bahwa mereka mampu untuk memberikannya kembali kepada kita, meski demikian Amerika terus mendukung perjuangan kebebasan di dunia," Kata Roerbakera.
Anggota kongres dari California itu mengusulkan bahwa Pemerintahan Obama bisa mengambi kompensasi tersebut dari aset milik mantan pemerintahan Khadafi yang telah dibekukan dalam sistem keuangan AS.
Roerbaker meluncurkan inisiatif tersebut usai rapat dengar pendapat parlemen AS yang diselenggarakan pada hari Kamis (27/10/2011) di Komite Hubungan Luar Negeri yang tengah membahas mengenai situasi terakhir di Afghanistan, yang dihadiri Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton.
Dalam hal "permintaan untuk kompensasi," Roerbaker juga mendesak agar Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya dapat melakukan kebijakan yang mengagumkan di mata pembayar pajak Amerika.
"Saya tidak berpikir akan membuat permintaan untuk pengembalian dana ke Libya dalam rangka membantu mereka guna mendapatkan kebebasannya, dan kami berharap sesuatu seperti itu?" ungkapnya.
Menurut data gedung putih, Pentagon menghabiskan dana untuk berpartisipasi dalam kampanye militer di Libya, "sekitar US$ 1 miliar."
Sementara Jurubicara Departemen Luar Negeri, mengatakan bahwa jumlah kompensasi tersebut di US$ 32 milyar, atau sekitar sekitar 10 persen dari aset Khadafi.
Red: Jaka
Sumber: wrtnews
"Libya memiliki aset besar. Kita harus menuntut bahwa mereka mampu untuk memberikannya kembali kepada kita, meski demikian Amerika terus mendukung perjuangan kebebasan di dunia," Kata Roerbakera.
Anggota kongres dari California itu mengusulkan bahwa Pemerintahan Obama bisa mengambi kompensasi tersebut dari aset milik mantan pemerintahan Khadafi yang telah dibekukan dalam sistem keuangan AS.
Roerbaker meluncurkan inisiatif tersebut usai rapat dengar pendapat parlemen AS yang diselenggarakan pada hari Kamis (27/10/2011) di Komite Hubungan Luar Negeri yang tengah membahas mengenai situasi terakhir di Afghanistan, yang dihadiri Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton.
Dalam hal "permintaan untuk kompensasi," Roerbaker juga mendesak agar Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya dapat melakukan kebijakan yang mengagumkan di mata pembayar pajak Amerika.
"Saya tidak berpikir akan membuat permintaan untuk pengembalian dana ke Libya dalam rangka membantu mereka guna mendapatkan kebebasannya, dan kami berharap sesuatu seperti itu?" ungkapnya.
Menurut data gedung putih, Pentagon menghabiskan dana untuk berpartisipasi dalam kampanye militer di Libya, "sekitar US$ 1 miliar."
Sementara Jurubicara Departemen Luar Negeri, mengatakan bahwa jumlah kompensasi tersebut di US$ 32 milyar, atau sekitar sekitar 10 persen dari aset Khadafi.
Red: Jaka
Sumber: wrtnews











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...