Satu Orang Israel ditukar 25 Tawanan Mesir
Tel Aviv (SI ONLINE) - Radio Israel menyebutkan bahwa kesepakatan pertukaran tawanan yang ditandatangan antara kedua belah pihak Mesir dan Israel akan segera dilaksanakan secara konkrit besok, Kamis (27/10/2011).
Sebelumnya dewan Israel bidang politik dan keamanan, pada pertemuan dalam sidang sebelumnya, telah menyetujui keputusan melaksanakan kesepakatan pertukaran tawanan antara Tel Aviv dan otoritas Mesir, untuk membebaskan mata-mata Zionis yang ditawan Mesir Ilan Grabiel dengan kompensasi pembebasan 25 tawanan Mesir yang mendekam di dalam penjara-penjara Israel.
Disebutkan bahwa Grabiel, yang memegang kewarganegaraan Amerika dan Israel, ditahan pihak Mesir sejak Juni lalu dengan tuduhan melakukan mata-mata untuk kepentingan dinas intelijen Zionis Israel Mossad dan memprovokasi untuk menggagalkan revolusi 25 Januari dan mengobarkan konflik kelompok.
Grabiel (28) merupakan pasukan terjun payung Israel. Saat ditangkap, ia tengah menimba ilmu hukum di Emory University di Atlanta, Georgia, AmerikaSerikat. Para pejabat Mesir menyatakan, Israel mengirimnya ke Mesir untuk dijadikan mata-mata dan memicu kekacauan pada revolusi 25 Januari, yang menyebabkan pengunduran diri Hosni Mubarak sebagai pemimpin Mesir. Namun, pejabat Israel telah membantah tudingan tersebut.
Ibunda Grabiel menyatakan putranya melakukan kunjungan ke Cairo dalam rangka kerja sosial. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton menyatakan Pemerintah Mesir tak memilik alasan kuat untuk mengambil tindakan hukum atas Grabiel.
Sementara itu seluruh tawanan Mesir yang akan dibebaskan dalam pertukaran ini adalah mereka yang dituduh melakukan pelanggaran pidana dan tidak ada hubungannya dengan politik atau aktivitas militer.
Para tahanan mesir tersebut, tiga diantaranya diketahui masih di bawah umur. Pertukaran tahanan antara Israel dan Mesir ini terjadi setelah satu minggu terjadinya kesepakatan serupa antara Israel dan Hamas yang membebaskan 1.000 tahanan Palestina untuk ditukar dengan satu tentara Israel.
Dibalik Sikap Mengalah Israel
Deal perjanjian pertukaran tawanan kali ini sangat berbahaya bagi keamanan Israel. ini lebih buruk dibanding yang ditolak Israel tahun 2009. Ini yang dikatakan radio Israel oleh mantan kepala Mossad Israel Meir Dagan dan Mantan kepala Shabka Israel Yuval Diskin yang menolak keras deal perjanjian ini. Saat itu, dua tahun lalu mereka masih bisa meyakinkan Netanyahu menolak deal perjanjian pertukaran ini.
Lantas apa yang terjadi di Israel? kenapa Israel setuju di 2011 ini di bawah pemerintahan ekstrim kanan yang dulu menolak di tahun 2009 sehingga 79% warga Israel dalam koresponden menyetujui deal ini?
Kepala badan intelijen Israel dalam negeri Shabak saat ini Yuram Cohen menegaskan, “Deal pertukaran ini tidak mudah dikunya oleh kalangan keamanan dan rakyat Israel sebab mencakup pembebasan 280 tawanan Palestina yang terlibat dalam operasi pemubunuhan warga (penjajah) Israel.” Yuram menyampaikan kepada PM Israel bahwa tidak ada peluang membebaskan Gilad Shalit dengan cara militer apalagi tidak ada informasi keberadaannya dalam waktu dekat sekalipun. TV2 Israel melansir sumber penting di kantor PM Israel Benjamen Netanyahu yang menyatakan bahwa “revolusi Arab” dan perubahan yang terjadi di dunia Arab mendorong PM Israel untuk meyakini bahwa peluang pembebasan Shalit mulai tertutup. Inilah yang mendorong Netanyahu menyetujui deal perjanjian pertukaran tawanan. Sementara Netanyahu sendiri mengklaim bahwa persetujuannya atas deal pertukaran dilakukan karena dia menolak berulangnya sekenario pilot pesawat Israel Run Arad yang pesawatnya jatuh di wilayah Libanon 25 tahun lalu namun sampai saat ini tidak diketahui nasibnya.
Namun adakah faktor lain di luar wilayah Palestina soal sikap politik Israel kali ini? Ada beberapa faktor dari luar; di antara hancurnya citra dan posisi Israel di mata dunia internasional. Situasi ini memaksa elit Israel mengurangi kedengkian Israel dan sikap alotnya dalam pertukaran tawanan untuk mengurangi kebencian dunia terhadapnya.
Yahudi diprotes keras di jalan Wall Street di tengah kota New York. Yahudi dituding sebagai biang keladi krisis dunia. Biang krisis juga diyakini berasal dari sikap membantu Israel. Harian Israel Maarev melansir potongan-potongan video debat antara seorang pemuda Amerika dengan kakek yahudi. Pemuda itu mengatakan, “Saya bekerja dan mendapatkan 7 dolar dalam satu jam. Sementara kalian memiliki harta melimpah.” Seorang warga Amerika asal Afrika yahudi dituding menguasai Amerika. “Sekelompok orang di Amerika menguasai uang, media dan segala sesuatu, dan semua keuntungan modal kembali kepada bankir yahudi. Harian Maarev menurunkan laporan tahunan yang dibuat oleh Komisi Parlemen Itali disebutkan disana bahwa 44% warga Itali tidak senang dengan yahudi dan 12% merasakan kebencian mendalam terhadap mereka.
Red: Jaka
Sumber: PIP/POL
Sebelumnya dewan Israel bidang politik dan keamanan, pada pertemuan dalam sidang sebelumnya, telah menyetujui keputusan melaksanakan kesepakatan pertukaran tawanan antara Tel Aviv dan otoritas Mesir, untuk membebaskan mata-mata Zionis yang ditawan Mesir Ilan Grabiel dengan kompensasi pembebasan 25 tawanan Mesir yang mendekam di dalam penjara-penjara Israel.
Disebutkan bahwa Grabiel, yang memegang kewarganegaraan Amerika dan Israel, ditahan pihak Mesir sejak Juni lalu dengan tuduhan melakukan mata-mata untuk kepentingan dinas intelijen Zionis Israel Mossad dan memprovokasi untuk menggagalkan revolusi 25 Januari dan mengobarkan konflik kelompok.
Grabiel (28) merupakan pasukan terjun payung Israel. Saat ditangkap, ia tengah menimba ilmu hukum di Emory University di Atlanta, Georgia, AmerikaSerikat. Para pejabat Mesir menyatakan, Israel mengirimnya ke Mesir untuk dijadikan mata-mata dan memicu kekacauan pada revolusi 25 Januari, yang menyebabkan pengunduran diri Hosni Mubarak sebagai pemimpin Mesir. Namun, pejabat Israel telah membantah tudingan tersebut.
Ibunda Grabiel menyatakan putranya melakukan kunjungan ke Cairo dalam rangka kerja sosial. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton menyatakan Pemerintah Mesir tak memilik alasan kuat untuk mengambil tindakan hukum atas Grabiel.
Sementara itu seluruh tawanan Mesir yang akan dibebaskan dalam pertukaran ini adalah mereka yang dituduh melakukan pelanggaran pidana dan tidak ada hubungannya dengan politik atau aktivitas militer.
Para tahanan mesir tersebut, tiga diantaranya diketahui masih di bawah umur. Pertukaran tahanan antara Israel dan Mesir ini terjadi setelah satu minggu terjadinya kesepakatan serupa antara Israel dan Hamas yang membebaskan 1.000 tahanan Palestina untuk ditukar dengan satu tentara Israel.
Dibalik Sikap Mengalah Israel
Deal perjanjian pertukaran tawanan kali ini sangat berbahaya bagi keamanan Israel. ini lebih buruk dibanding yang ditolak Israel tahun 2009. Ini yang dikatakan radio Israel oleh mantan kepala Mossad Israel Meir Dagan dan Mantan kepala Shabka Israel Yuval Diskin yang menolak keras deal perjanjian ini. Saat itu, dua tahun lalu mereka masih bisa meyakinkan Netanyahu menolak deal perjanjian pertukaran ini.
Lantas apa yang terjadi di Israel? kenapa Israel setuju di 2011 ini di bawah pemerintahan ekstrim kanan yang dulu menolak di tahun 2009 sehingga 79% warga Israel dalam koresponden menyetujui deal ini?
Kepala badan intelijen Israel dalam negeri Shabak saat ini Yuram Cohen menegaskan, “Deal pertukaran ini tidak mudah dikunya oleh kalangan keamanan dan rakyat Israel sebab mencakup pembebasan 280 tawanan Palestina yang terlibat dalam operasi pemubunuhan warga (penjajah) Israel.” Yuram menyampaikan kepada PM Israel bahwa tidak ada peluang membebaskan Gilad Shalit dengan cara militer apalagi tidak ada informasi keberadaannya dalam waktu dekat sekalipun. TV2 Israel melansir sumber penting di kantor PM Israel Benjamen Netanyahu yang menyatakan bahwa “revolusi Arab” dan perubahan yang terjadi di dunia Arab mendorong PM Israel untuk meyakini bahwa peluang pembebasan Shalit mulai tertutup. Inilah yang mendorong Netanyahu menyetujui deal perjanjian pertukaran tawanan. Sementara Netanyahu sendiri mengklaim bahwa persetujuannya atas deal pertukaran dilakukan karena dia menolak berulangnya sekenario pilot pesawat Israel Run Arad yang pesawatnya jatuh di wilayah Libanon 25 tahun lalu namun sampai saat ini tidak diketahui nasibnya.
Namun adakah faktor lain di luar wilayah Palestina soal sikap politik Israel kali ini? Ada beberapa faktor dari luar; di antara hancurnya citra dan posisi Israel di mata dunia internasional. Situasi ini memaksa elit Israel mengurangi kedengkian Israel dan sikap alotnya dalam pertukaran tawanan untuk mengurangi kebencian dunia terhadapnya.
Yahudi diprotes keras di jalan Wall Street di tengah kota New York. Yahudi dituding sebagai biang keladi krisis dunia. Biang krisis juga diyakini berasal dari sikap membantu Israel. Harian Israel Maarev melansir potongan-potongan video debat antara seorang pemuda Amerika dengan kakek yahudi. Pemuda itu mengatakan, “Saya bekerja dan mendapatkan 7 dolar dalam satu jam. Sementara kalian memiliki harta melimpah.” Seorang warga Amerika asal Afrika yahudi dituding menguasai Amerika. “Sekelompok orang di Amerika menguasai uang, media dan segala sesuatu, dan semua keuntungan modal kembali kepada bankir yahudi. Harian Maarev menurunkan laporan tahunan yang dibuat oleh Komisi Parlemen Itali disebutkan disana bahwa 44% warga Itali tidak senang dengan yahudi dan 12% merasakan kebencian mendalam terhadap mereka.
Red: Jaka
Sumber: PIP/POL











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...