Hugo Chavez: Tak Ada Pemeintahan Baru di Libya!
Caracas (SI ONLINE) - Presiden Venezuela Hugo Chavez menegaskan tidak akan pernah mengakui pemerintahan Libya yang baru dan mengecam keberadaan NATO di Libya yang berusaha mendirikan pemerintahan baru melalui konflik.
“Bagi Venezuela, tak ada pemerintahan baru di Libya. Yang ada NATO berupaya menanamkan pemerintah baru di Libya lewat peluru dan bom dan pembunuhan (konflik),” kata Chavez.
Presiden anti Amerika ini juga dengan tegas mengutuk pembunuhan Khadafi yang sudah lama menjadi sahabatnya, bahkan menganggap Khadafi sebagai saudaranya sendiri.
Selama konflik di Libya, Chavez secara terbuka selalu menunjukkan dukungannya terhadap Khadafi dan mengecam keras keterlibatan NATO dalam operasi militer membantu pihak pemberontak.
Secara terbuka Chavez mengatakan, setiap orang merdeka di dunia harus mengakui keberadaan Khadafi. “Suka atau tidak dengan segala kekurangannya, Moammar Qaddafi lah Presiden Libya secara resmi," ungkapnya kala itu.
Chavez juga mengatakan, dirinya sempat berdoa untuk keselamatan Khadafi dan Presiden Suriah Bashar al Assad yang juga mendapat kecaman dari masyarakat internasional.
Red: Jaka
Sumber: ap/miamiherald
“Bagi Venezuela, tak ada pemerintahan baru di Libya. Yang ada NATO berupaya menanamkan pemerintah baru di Libya lewat peluru dan bom dan pembunuhan (konflik),” kata Chavez.
Presiden anti Amerika ini juga dengan tegas mengutuk pembunuhan Khadafi yang sudah lama menjadi sahabatnya, bahkan menganggap Khadafi sebagai saudaranya sendiri.
Selama konflik di Libya, Chavez secara terbuka selalu menunjukkan dukungannya terhadap Khadafi dan mengecam keras keterlibatan NATO dalam operasi militer membantu pihak pemberontak.
Secara terbuka Chavez mengatakan, setiap orang merdeka di dunia harus mengakui keberadaan Khadafi. “Suka atau tidak dengan segala kekurangannya, Moammar Qaddafi lah Presiden Libya secara resmi," ungkapnya kala itu.
Chavez juga mengatakan, dirinya sempat berdoa untuk keselamatan Khadafi dan Presiden Suriah Bashar al Assad yang juga mendapat kecaman dari masyarakat internasional.
Red: Jaka
Sumber: ap/miamiherald











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...