NATO Langgar Wilayah Udara Pakistan
Peshawar (SI ONLINE) - Para pejabat Pakistan menuduh helikopter-helikopter NATO kembali melanggar wilayah udara Pakistan di atas pangkalan kelompok Taliban dan Haqqani di Waziristan Utara, perbatasan Afghanistan.
"Dua helikopter masuk sejauh beberapa kilometer wilayah Pakistan di kota Datta Khel sekitar pukul 02:00 waktu setempat (04:00 WIB Rabu, 26/10/2011)," kata seorang pejabat militer yang tidak bersedia namanya disebutkan.
Helikopter-helikopter itu terbang dari provinsi Paktia, Afghanistan timur dan berputar-putar di desa perbatasan Zoi Nara selama sekitar lima menit, kata pejabat di ibu kota provinsi Peshawar itu.
Tetapi seorang juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO mengklaim bahwa "laporan operasional" mereka menunjukkan tidak ada helikopter melintasi perbatasan yang tidak bertanda di banyak tempat itu.
Seorang pejabat militer Pakistan mengatakan helikopter-helokipter itu meninggalkan lokasi itu setelah "tembakan-tembakan peringatan oleh pasukan Pakistan. Para pejabat mengakakan mereka tidak menyerang helikopter-helikopter itu.
Dildar Khan, seorang pejaat polisi suku d Datta Khel, mengatakan helikopter-helikopter itu terbang relatif rendah dan pergi setelah tembakan-tembakan peringatan.
Para gerilyawan berpangkalan di kedua sisi perbatasan itu dan Menlu AS Hillary Clinton pekan lalu menyerukan Pakistan bertindak lebih banyak untuk membersihkan tempat-tempat perlindngan gerilyawan di wilayahnya, terutama terhadap jaringan Haqqani.
Red: Jaka
Sumber: afp/antara
"Dua helikopter masuk sejauh beberapa kilometer wilayah Pakistan di kota Datta Khel sekitar pukul 02:00 waktu setempat (04:00 WIB Rabu, 26/10/2011)," kata seorang pejabat militer yang tidak bersedia namanya disebutkan.
Helikopter-helikopter itu terbang dari provinsi Paktia, Afghanistan timur dan berputar-putar di desa perbatasan Zoi Nara selama sekitar lima menit, kata pejabat di ibu kota provinsi Peshawar itu.
Tetapi seorang juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO mengklaim bahwa "laporan operasional" mereka menunjukkan tidak ada helikopter melintasi perbatasan yang tidak bertanda di banyak tempat itu.
Seorang pejabat militer Pakistan mengatakan helikopter-helokipter itu meninggalkan lokasi itu setelah "tembakan-tembakan peringatan oleh pasukan Pakistan. Para pejabat mengakakan mereka tidak menyerang helikopter-helikopter itu.
Dildar Khan, seorang pejaat polisi suku d Datta Khel, mengatakan helikopter-helikopter itu terbang relatif rendah dan pergi setelah tembakan-tembakan peringatan.
Para gerilyawan berpangkalan di kedua sisi perbatasan itu dan Menlu AS Hillary Clinton pekan lalu menyerukan Pakistan bertindak lebih banyak untuk membersihkan tempat-tempat perlindngan gerilyawan di wilayahnya, terutama terhadap jaringan Haqqani.
Red: Jaka
Sumber: afp/antara











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...