Castro: Pemberontak NTC dan NATO Langgar Prinsip Agama
Havana (SI ONLINE) - Pemimpin Kuba Fidel Castro, Senin (24/10/2011), mengutuk NATO atas perannya dalam menggulingkan Kolonel Muammar Khadafidan menganggap "Koalisi militer yang brutal telah menjadi alat yang lebih berbahaya dari represi yang pernah dikenal dalam sejarah manusia."
Castro (85 tahun) juga mengecam keras pembunuhan Khadafidan perlakuan terhadap jenazahnya, di mana para pemberontak Libya yang tergabung dalam NTC memperlakukan jenazah pemimpin Libya layaknya rampasan perang, sebuah prilaku yang melanggar prinsip agama Islam maupun agama lainnya.
Komentar-komentar Castro diterbitkan di media pemerintah Kuba di salah satu kolom opini sejak ia menderita sakit dan menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul Castro pada 2008 lalu.
Fidel Castro mengecam keras intervensi NATO di Libya sejak awal dan selalu menyemangati temannya Khadafiuntuk melawan.
Ia juga menyerang NATO dan menganggapnya sebagai perpajangan tangan Amerika Serikat sejak dulu.
Komentar Castro hari ini merupakan pernyataan pertama yang dikeluarkan oleh Kuba sejak pembunuhan Qadzafi.
Perlu diketahui, Pemerintah Kuba telah menarik para diplomatnya dari Libya bulan lalu, karena Kuba tidak mengakui Dewan Transisi Nasional, atau pemerintah yang dibentuk atas dukungan intervensi asing.
Red: Jaka
Sumber: Reuters/vanguardngr
Castro (85 tahun) juga mengecam keras pembunuhan Khadafidan perlakuan terhadap jenazahnya, di mana para pemberontak Libya yang tergabung dalam NTC memperlakukan jenazah pemimpin Libya layaknya rampasan perang, sebuah prilaku yang melanggar prinsip agama Islam maupun agama lainnya.
Komentar-komentar Castro diterbitkan di media pemerintah Kuba di salah satu kolom opini sejak ia menderita sakit dan menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul Castro pada 2008 lalu.
Fidel Castro mengecam keras intervensi NATO di Libya sejak awal dan selalu menyemangati temannya Khadafiuntuk melawan.
Ia juga menyerang NATO dan menganggapnya sebagai perpajangan tangan Amerika Serikat sejak dulu.
Komentar Castro hari ini merupakan pernyataan pertama yang dikeluarkan oleh Kuba sejak pembunuhan Qadzafi.
Perlu diketahui, Pemerintah Kuba telah menarik para diplomatnya dari Libya bulan lalu, karena Kuba tidak mengakui Dewan Transisi Nasional, atau pemerintah yang dibentuk atas dukungan intervensi asing.
Red: Jaka
Sumber: Reuters/vanguardngr
Comments (3)
-
|2011-10-25 23:04:29 reza - Malu
asslmlkum wr. wb.
wah,,,kita sebagai orang islam harusnya malu tuh,,,masa pemahaman ttg islam malah lebih tahu dari pada kita,,,nilai2 keislamannya castro jauh lebih baik kiranya dari org libya ataupun lainnya yg mengaku islam tp hidup jauh dari al-qur'an dan hadits,,,wassalamlkumwr. wb.
-
|2011-10-26 15:26:53 Anonymous
ass...prnakh qt sdari bhwa nato
Yg di back up amerika adlh pnjhat
peRang yg sesugguhx!sdh tk trhitug
Brpa bxk umat islam yg dbantai
Dgn alsan yg tdk msuk akal,ngara2
Islam sdh djadikn obyek kebiadabn
Dn nafsu untk mmbantai dn
mghilagkn nilai2 persaudaraan
di negra muslim,mari qt umat
islam kmbli brstu dn mxdari bhw
Qt saat ini sdag dijajah olh sang
Raja kafir amerika.Ayo bersatu
negara islam insya Allah akn kuat
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...