Prajurit NTC Akui Bunuh Khadafi
Tripoli (SI ONLINE) - Prajurit otoritas baru di Libya (NTC), dalam sebuah video yang diposting di Internet, Jumat (21/10/2011), mengaku telah menangkap Khadafi, kemudian membunuhnya dengan dua peluru.
Sanad al-Sadeq Oraibi, Prajurit yang mengaku membunuh Khadafi mengaku membunuh Khadafi setelah para prajurit Misrata, salah satu benteng pemberontak, sebelah barat laut Sirte bersikeras ingin membawa Khadafi ke kota Misrata.
"Saya menembak Khadafi dua kali, pertama di bawah ketiak dan yang kedua di kepala, namun tidak langsung meninggal dan ia meninggal setengah jam berikutnya," kata prajurit NTC yang membunuh Khadafi.
Prajurit yang membunuh sang Kolonel mengaku telah kehilangan rekan-rekanya dan memutuskan untuk bergabung dengan pasukan Misrata untuk menyisir kota Sirte, yang dikuasai pasukan pemberontak pada Kamis lalu.
"Kami bertemu Khadafi di salah satu jalan, ketika ia sedang berjalan bersama anak laki-laki dan perempuan dan Khadafi mengenakan topi. Kami mengenalnya dari rambutnya. Salah seorang prajurit dari Misurta meyakinkan saya kalau dia benar Khadafi, dan kami langsung menangkapnya," tegasnya.
Dia menekankan bahwa "Khadafi membawa sebuah pistol dari emas saat ditangkap, setelah kami mengikat kedua lengannya dengan kabel, saya menamparnya dan dia mengatakan "kamu seperti anak saya", saya menamparnya lagi, dia berkata "saya ini seperti ayahmu", kemudian saya menjambak rambunya dan membantingnya ke tanah."
Selain itu, video tersebut juga menunjukkan sejumlah pria yang beberapa dari mereka mengenakan seragam militer di salah satu kantor sedang menanyakan prajurit Sanad al-Sadeq Oraibi (lahir 1989) dari brigade Benghazi, sekitar seribu km sebelah timur Tripoli dan mereka juga memberinya ucapan selamat.
Mereka juga menunjukkan ke kamera, sebuah cincin emas dan jaket berlumuran darah yang diyakini milik Khadafi. Prajurit ini mengaku telah menanggalkannya dari Khadafi setelah menagkapnya di Sirte dan sebelum pasukan NTC mengambil alih.
Nama istri kedua Khadafi, Sofia Farkash lengkap dengan tanggal pernikahan mereka pada 10 September 1970 terukir pada cincin, kata para prajurit ini.
Red: Jaka
Sumber: wn
Sanad al-Sadeq Oraibi, Prajurit yang mengaku membunuh Khadafi mengaku membunuh Khadafi setelah para prajurit Misrata, salah satu benteng pemberontak, sebelah barat laut Sirte bersikeras ingin membawa Khadafi ke kota Misrata.
"Saya menembak Khadafi dua kali, pertama di bawah ketiak dan yang kedua di kepala, namun tidak langsung meninggal dan ia meninggal setengah jam berikutnya," kata prajurit NTC yang membunuh Khadafi.
Prajurit yang membunuh sang Kolonel mengaku telah kehilangan rekan-rekanya dan memutuskan untuk bergabung dengan pasukan Misrata untuk menyisir kota Sirte, yang dikuasai pasukan pemberontak pada Kamis lalu.
"Kami bertemu Khadafi di salah satu jalan, ketika ia sedang berjalan bersama anak laki-laki dan perempuan dan Khadafi mengenakan topi. Kami mengenalnya dari rambutnya. Salah seorang prajurit dari Misurta meyakinkan saya kalau dia benar Khadafi, dan kami langsung menangkapnya," tegasnya.
Dia menekankan bahwa "Khadafi membawa sebuah pistol dari emas saat ditangkap, setelah kami mengikat kedua lengannya dengan kabel, saya menamparnya dan dia mengatakan "kamu seperti anak saya", saya menamparnya lagi, dia berkata "saya ini seperti ayahmu", kemudian saya menjambak rambunya dan membantingnya ke tanah."
Selain itu, video tersebut juga menunjukkan sejumlah pria yang beberapa dari mereka mengenakan seragam militer di salah satu kantor sedang menanyakan prajurit Sanad al-Sadeq Oraibi (lahir 1989) dari brigade Benghazi, sekitar seribu km sebelah timur Tripoli dan mereka juga memberinya ucapan selamat.
Mereka juga menunjukkan ke kamera, sebuah cincin emas dan jaket berlumuran darah yang diyakini milik Khadafi. Prajurit ini mengaku telah menanggalkannya dari Khadafi setelah menagkapnya di Sirte dan sebelum pasukan NTC mengambil alih.
Nama istri kedua Khadafi, Sofia Farkash lengkap dengan tanggal pernikahan mereka pada 10 September 1970 terukir pada cincin, kata para prajurit ini.
Red: Jaka
Sumber: wn
Comments (2)
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...