Jasad Khadafi Dalam Freezer di Shopping Center Tripoli
Tripoli (SI ONLINE) - Menyaksikan detik-detik kematian Kolonel Moammar Khadafi sungguh memilukan. Pemimpin negara Islam-Arab di tanduk Afrika itu tewas mengenaskan setelah dikeroyok dan ditembak oleh massa dan tentara pemberontak.
Tayangan sejumlah media seperti Al Jazeera, AP, CBC, Skynews, dll, memperlihatkan ratusan massa bersenjata menyeret Khadafi dari gorong-gorong tempat persembunyiannya, mulai dari masih berpakaian lengkap, sampai koyak-koyak, telanjang dada, berdarah-darah. Dalam kondisi masih hidup dan wajah memelas, Khadafi diseret dan dihajar oleh massa yang kalap, lalu kakinya ditembak.
Khadafi akhirnya tewas dengan kepala tertembus peluru, entah siapa yang menembaknya.
Satu tayangan TV memperlihatkan jasad Khadafi terbujur kaku baru dikeluarkan dari lemari pendingin daging (freezer) di sebuah shopping center kota Tripoli. Warga dan wartawan dengan leluasa memotret jasad Khadafi yang sudah bersih (mungkin sudah dimandikan).
Tapi warga di Tripoli masih berdebat kapan dan dimana jasad mantan pemimpin Libya akan dikuburkan. Laporan media tidak begitu jelas, namun PBB dan dua lembaga HAM telah meminta dilakukan investigasi bagaimana pemimpin Libya yang terguling itu
tewas.
PBB dikabarkan mempertanyakan tanggung jawab pasukan pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC) dalam hal mengendalikan keamanan lokal dan memperlakukan tawanan tidak bersenjata secara beradab. PBB bahkan mengisyaratkan membentuk Pengadilan Kriminal untuk menyelidiki penyebab tewasnya Khadafi.
Beberapa laporan media menyebutkan, sehari sebelum dibunuh Khadafi masih dikawal 15 truk tentara Libya yang setia, sampai serangan udara NATO membuyarkan konvoi truk bersenjata tersebut. Khadafi akhirnya bertahan di Sirte, tempat dimana pasukan pemberontak menemukan persembunyiannya, menyiksanya, lalu menembaknya sampai mati.
Red: Jaka
Sumber: Jurnalisme
Tayangan sejumlah media seperti Al Jazeera, AP, CBC, Skynews, dll, memperlihatkan ratusan massa bersenjata menyeret Khadafi dari gorong-gorong tempat persembunyiannya, mulai dari masih berpakaian lengkap, sampai koyak-koyak, telanjang dada, berdarah-darah. Dalam kondisi masih hidup dan wajah memelas, Khadafi diseret dan dihajar oleh massa yang kalap, lalu kakinya ditembak.
Khadafi akhirnya tewas dengan kepala tertembus peluru, entah siapa yang menembaknya.
Satu tayangan TV memperlihatkan jasad Khadafi terbujur kaku baru dikeluarkan dari lemari pendingin daging (freezer) di sebuah shopping center kota Tripoli. Warga dan wartawan dengan leluasa memotret jasad Khadafi yang sudah bersih (mungkin sudah dimandikan).
Tapi warga di Tripoli masih berdebat kapan dan dimana jasad mantan pemimpin Libya akan dikuburkan. Laporan media tidak begitu jelas, namun PBB dan dua lembaga HAM telah meminta dilakukan investigasi bagaimana pemimpin Libya yang terguling itu
tewas.
PBB dikabarkan mempertanyakan tanggung jawab pasukan pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC) dalam hal mengendalikan keamanan lokal dan memperlakukan tawanan tidak bersenjata secara beradab. PBB bahkan mengisyaratkan membentuk Pengadilan Kriminal untuk menyelidiki penyebab tewasnya Khadafi.
Beberapa laporan media menyebutkan, sehari sebelum dibunuh Khadafi masih dikawal 15 truk tentara Libya yang setia, sampai serangan udara NATO membuyarkan konvoi truk bersenjata tersebut. Khadafi akhirnya bertahan di Sirte, tempat dimana pasukan pemberontak menemukan persembunyiannya, menyiksanya, lalu menembaknya sampai mati.
Red: Jaka
Sumber: Jurnalisme











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...