DK PBB serukan Presiden Yaman Mundur
Sana (SI ONLINE) - Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (21/10/2011) mensahkan resolusi yang menyeru Presiden Yaman Ali Abdullah agar segera menandatangani kesepakatan Menuju langkah pengunduran diri. Resolusi tersebut, yang disepakati dengan suara bulat oleh 15 anggota dewan, "dengan keras mengutuk" serangan maut pemerintah terhadap pengunjuk-rasa, demikian laporan AFP. Berdasarkan rencana itu, Saleh akan mengakhiri 33 tahun kekuasaannya.
Namun peraih Hadiah Nobel Perdamaian dari Yaman, Tawakkul Karman, mengeritik Dewan Keamanan tersebut karena tak menentang usul Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk memberi Saleh kekebalan dari hukuman jika ia menandatangani kesepakatan itu.
"Mereka harus membahas pendepakan Saleh dan bagaimana ia harus diserahkan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebagai penjahat perang," kata Karman di luar gedung Dewan Keamanan.
Dewan Keamanan menyeru Saleh agar menepati janjinya untuk segera menandatangani rencana GCC tersebut dan bagi penyerahan kekuasaan secara damai "tanpa penundaan lagi". Beberapa ratus orang telah tewas sejak protes terhadap Saleh meletus pada Januari lalu.
Belajar dari Khaddafi.
Salah seorang ulama yang cukup dikenal di dunia, Yusuf Al Qaradawi, pada hari Jumat (21/10/2011) memperkirakan bahwa presiden Suriah dan Yaman, Bashar Al Assad dan Ali Abdullah Saleh, akan menemui nasib mengerikan seperti yang dialami oleh pemimpin terusir Libya, Muammar Khaddafi. yang tewas pada hari Kamis (20/10/2011) saat para pejuang kubu revolusioner Libya, menyerbu benteng terakhir Khaddafi di Sirte.
Dalam khutbah shalat Jumat di Qatar, Syaikh Al Qaradhawi mengatakan bahwa Presiden Shuriah Bashar Al-Assad dan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang diprotes atas kediktatoran mereka oleh rakyatnya sendiri selama berbulan-bulan, keduanya bisa saja dibunuh dengan cara yang sama.
“Ini adalah apa yang bulan lalu saya katakan akan terjadi, dan akhirnya menjadi kenyataan,” Al-Qaradawi, dikutip Ahram Online. “Siapapun yang menembakkan peluru pada orang-orang sendiri harus mati. Para tiran Yaman dan Suriah juga akan segera mati.”
Al-Assad dan Saleh telah memerintahkan pasukan keamanan untuk menggunakan amunisi dan artileri bahkan senjata kelas berat terhadap para demonstran yang memberontak atas kebijakan tangan besi mereka.
Red: Agusdin Syah
Sumber: Antara/arrahmah
Namun peraih Hadiah Nobel Perdamaian dari Yaman, Tawakkul Karman, mengeritik Dewan Keamanan tersebut karena tak menentang usul Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk memberi Saleh kekebalan dari hukuman jika ia menandatangani kesepakatan itu.
"Mereka harus membahas pendepakan Saleh dan bagaimana ia harus diserahkan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebagai penjahat perang," kata Karman di luar gedung Dewan Keamanan.
Dewan Keamanan menyeru Saleh agar menepati janjinya untuk segera menandatangani rencana GCC tersebut dan bagi penyerahan kekuasaan secara damai "tanpa penundaan lagi". Beberapa ratus orang telah tewas sejak protes terhadap Saleh meletus pada Januari lalu.
Belajar dari Khaddafi.
Salah seorang ulama yang cukup dikenal di dunia, Yusuf Al Qaradawi, pada hari Jumat (21/10/2011) memperkirakan bahwa presiden Suriah dan Yaman, Bashar Al Assad dan Ali Abdullah Saleh, akan menemui nasib mengerikan seperti yang dialami oleh pemimpin terusir Libya, Muammar Khaddafi. yang tewas pada hari Kamis (20/10/2011) saat para pejuang kubu revolusioner Libya, menyerbu benteng terakhir Khaddafi di Sirte.
Dalam khutbah shalat Jumat di Qatar, Syaikh Al Qaradhawi mengatakan bahwa Presiden Shuriah Bashar Al-Assad dan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang diprotes atas kediktatoran mereka oleh rakyatnya sendiri selama berbulan-bulan, keduanya bisa saja dibunuh dengan cara yang sama.
“Ini adalah apa yang bulan lalu saya katakan akan terjadi, dan akhirnya menjadi kenyataan,” Al-Qaradawi, dikutip Ahram Online. “Siapapun yang menembakkan peluru pada orang-orang sendiri harus mati. Para tiran Yaman dan Suriah juga akan segera mati.”
Al-Assad dan Saleh telah memerintahkan pasukan keamanan untuk menggunakan amunisi dan artileri bahkan senjata kelas berat terhadap para demonstran yang memberontak atas kebijakan tangan besi mereka.
Red: Agusdin Syah
Sumber: Antara/arrahmah











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...