Amerika Bantu Pemerintah Pemberontak Libya 40 Juta Dollar
Menteri Luar Negeri Hillary Clinton melakukan kunjungan mendadak ke Libya, Selasa (18/10/2011) Seperti dilaporkan AFP, kunjungan tersebut bertujuan untuk merekatkan hubungan pemerintah Amerika dengan pemerintahan baru pemberontak Libya di bawah kekuasaan NTC (Dewan Transisi Nasional).
Amerika juga akan menambah bantuan finansial untuk Libya sebesar 40 juta dolar AS. Saat ini jumlah total bantuan yang sudah disalurkan mencapai 140 juta dolar AS. Selain itu, dalam kunjungan Clinton kali ini, Amerika ingin memastikan pemerintah NTC melaksanakan semua kesepakatan yang terkait dengan pelaksanaan pemilu delapan bulan mendatang.
Pemerintah Amerika, juga akan membantu biaya pengobatan 15.000 pasukan NTC (Dewan Transisi Nasional) yang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit setempat akibat terluka selama bertempur melawan loyalis Khaddafi.
Untuk keperluan ini, Menlu Hillary Clinton selama berkunjung ke Libya telah bertemu dengan pemimpin NTC Mustafa Abdel Jalil beserta elit NTC lainnya, perwakilan organisasi sipil Libya dan juga staf Kedutaan Besar AS di Libya yang baru saja dibuka kembali belum lama ini.
Selain bantuan medis, bantuan lainnya diberikan juga termasuk dana untuk keperluan pembersihan ranjau dan senjata berat militer lainnya usai Muammar Khaddafi berhasil dilengserkan dua bulan lalu.
"Bantuan yang diberikan AS ini sifatnya memang kemanusiaan, tetapi bisa juga memiliki tautan politis," kata pejabat senior AS seperti dikutip Reuters, Selasa (18/10).
Clinton menaruh perhatian cukup besar dalam masalah pembersihan senjata berat tersebut karena Amerika khawatir kemungkinan senjata-senjata peninggalan era-Khaddafi itu akan disalahgunakan.
Berdasarkan data, saat ini Libya memiliki sebanyak 20.000 senjata berat termasuk misil peninggalan era Khaddafi. Jumlah ini diperkirakan dapat bertambah karena pelacakan keberadaan senjata-senjata tersebut masih terus dilakukan.
Kekhawatiran Clinton terhadap masalah senjata peninggalan era Qaddafi ini cukup beralasan karena selama ini ada laporan bahwa sejumlah orang telah menggunakan senjata-senjata tersebut secara serampangan.
Sementara itu, Khaddafi sendiri dan keluarganya belum diketahui keberadaanya. Anak Khaddafi, Seif al-Islam diyakini telah bersembunyi di Bani Walid, sebuah kota oase gurun yang sekarang sebagian besar telah dikuasai oleh NTC. Dia belum tertangkap. Sementara itu, saudaranya Mutassim diberitakan sudah ditangkap di Sirte beberapa waktu lalu.
Uang Dan Emas Ditemukan di kantor Saif al-Islam
Dilaporkan, Uang dan emas dalam jumlah besar ditemukan di kantor putra Moammar Khadafy, Saif al-Islam. Kantor berita Xinhua melaporkannya, Selasa(18/10/2011).
Seorang petempur Dewan Transisi Nasional (NTC), penguasa Libya saat ini, mengatakan pada Xinhua, uang tunai dan emas yang disebutnya bernilai "jutaan" itu ditemukan di kantor Saif yang dekat dengan kompeks militer Khadafy, Bab al-Aziziya, di selatan Tripoli.
Kompleks Bab al-Aziziya menjadi pusat kekuasaan Khadafay. Di situ, dia dan keluarganya tinggal, selain sejumlah pejabat penting pemerintahannya. Beberapa kantor pemerintah juga berlokasi di tempat tersebut.
Setelah menguasai kompleks itu, NTC menghancurkan dinding yang mengelilingi kompleks itu serta sejumlah bangunan di dalamnya pada Sabtu (15/10/2011) lalu.
Petempur yang enggan namanya disebut itu mengatakan, sebagian uang tunai dan emas itu belum diambil dari bangunan yang terletak di bawah tanah itu.
Sumber-sumber lain menyebut, setelah Tripoli jatuh ke tangan NTC, uang dalam jumlah besar disimpan di rumah Saif, yang memang merupakan tokoh penting di Libya meskipun tidak memiliki jabatan penting. Saif diyakini berada di Bani Walid, sebuah kota di wilayah gurun yang kini diambil alih oleh pasukan NTC.
Red: Agusdin Syah
Sumber: PR/KCM
Amerika juga akan menambah bantuan finansial untuk Libya sebesar 40 juta dolar AS. Saat ini jumlah total bantuan yang sudah disalurkan mencapai 140 juta dolar AS. Selain itu, dalam kunjungan Clinton kali ini, Amerika ingin memastikan pemerintah NTC melaksanakan semua kesepakatan yang terkait dengan pelaksanaan pemilu delapan bulan mendatang.
Pemerintah Amerika, juga akan membantu biaya pengobatan 15.000 pasukan NTC (Dewan Transisi Nasional) yang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit setempat akibat terluka selama bertempur melawan loyalis Khaddafi.
Untuk keperluan ini, Menlu Hillary Clinton selama berkunjung ke Libya telah bertemu dengan pemimpin NTC Mustafa Abdel Jalil beserta elit NTC lainnya, perwakilan organisasi sipil Libya dan juga staf Kedutaan Besar AS di Libya yang baru saja dibuka kembali belum lama ini.
Selain bantuan medis, bantuan lainnya diberikan juga termasuk dana untuk keperluan pembersihan ranjau dan senjata berat militer lainnya usai Muammar Khaddafi berhasil dilengserkan dua bulan lalu.
"Bantuan yang diberikan AS ini sifatnya memang kemanusiaan, tetapi bisa juga memiliki tautan politis," kata pejabat senior AS seperti dikutip Reuters, Selasa (18/10).
Clinton menaruh perhatian cukup besar dalam masalah pembersihan senjata berat tersebut karena Amerika khawatir kemungkinan senjata-senjata peninggalan era-Khaddafi itu akan disalahgunakan.
Berdasarkan data, saat ini Libya memiliki sebanyak 20.000 senjata berat termasuk misil peninggalan era Khaddafi. Jumlah ini diperkirakan dapat bertambah karena pelacakan keberadaan senjata-senjata tersebut masih terus dilakukan.
Kekhawatiran Clinton terhadap masalah senjata peninggalan era Qaddafi ini cukup beralasan karena selama ini ada laporan bahwa sejumlah orang telah menggunakan senjata-senjata tersebut secara serampangan.
Sementara itu, Khaddafi sendiri dan keluarganya belum diketahui keberadaanya. Anak Khaddafi, Seif al-Islam diyakini telah bersembunyi di Bani Walid, sebuah kota oase gurun yang sekarang sebagian besar telah dikuasai oleh NTC. Dia belum tertangkap. Sementara itu, saudaranya Mutassim diberitakan sudah ditangkap di Sirte beberapa waktu lalu.
Uang Dan Emas Ditemukan di kantor Saif al-Islam
Dilaporkan, Uang dan emas dalam jumlah besar ditemukan di kantor putra Moammar Khadafy, Saif al-Islam. Kantor berita Xinhua melaporkannya, Selasa(18/10/2011).
Seorang petempur Dewan Transisi Nasional (NTC), penguasa Libya saat ini, mengatakan pada Xinhua, uang tunai dan emas yang disebutnya bernilai "jutaan" itu ditemukan di kantor Saif yang dekat dengan kompeks militer Khadafy, Bab al-Aziziya, di selatan Tripoli.
Kompleks Bab al-Aziziya menjadi pusat kekuasaan Khadafay. Di situ, dia dan keluarganya tinggal, selain sejumlah pejabat penting pemerintahannya. Beberapa kantor pemerintah juga berlokasi di tempat tersebut.
Setelah menguasai kompleks itu, NTC menghancurkan dinding yang mengelilingi kompleks itu serta sejumlah bangunan di dalamnya pada Sabtu (15/10/2011) lalu.
Petempur yang enggan namanya disebut itu mengatakan, sebagian uang tunai dan emas itu belum diambil dari bangunan yang terletak di bawah tanah itu.
Sumber-sumber lain menyebut, setelah Tripoli jatuh ke tangan NTC, uang dalam jumlah besar disimpan di rumah Saif, yang memang merupakan tokoh penting di Libya meskipun tidak memiliki jabatan penting. Saif diyakini berada di Bani Walid, sebuah kota di wilayah gurun yang kini diambil alih oleh pasukan NTC.
Red: Agusdin Syah
Sumber: PR/KCM











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...