Barack Obama Enggan Bahas Pertukaran Tawanan Israel-Palestina
Washington (SI ONLINE) - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama enggan mengomentRI DAN berusaha menjaga jarak dengan pembahasan pertukaran tawanan yang digagas oleh Hamas-Israel yang dimediasikan oleh Mesir.
Salah satu pejabat di Menlu Amerika mengatakan, bahwa perundingan ini urusan internal Israel dan tidak ada hubungannya dengan kami (Amerika)."
Pejabat tersebut menyebutkan bahwa berjalannya proses pertukaran tawanan itu akan membantu posisi Hamas untuk bisa disertakan dalam perundingan-perundingan mendatang, atau membuka peluang politik bagi mereka.
"Kami tidak akan duduk lama dengan Hamas dan tidak pula akan berinteraksi dengan mereka, kecuali mereka telah mematuhi syarat mendasar yang telah kami tetapkan, yaitu tidak bersikap radikal dan mengakui eksistensi Israel dan memberikan kesempatan mereka untuk hidup berdampingan." jelas pejabat itu.
Ia kemudian menambahkan, "Sulit memprediksi hasil jangka panjang dari prosesi pertukaran tahanan ini, namun kami mengingkan adanya hasil yang positif sehingga bisa mewujudkan perdamaian di kawasan."
Dilain kesempatan, Menlu Amerika, Hillary Clinton berharap, selepasnya Shalith, tawanan lainnya juga dilepaskan, yaitu Ilan Gabriel, yang berdarah Israel-Amerika yang ditangkap pemerintah Mesir dengan tuduhan sebagai mata-mata.
Red: Jaka
Sumber: knrp
Salah satu pejabat di Menlu Amerika mengatakan, bahwa perundingan ini urusan internal Israel dan tidak ada hubungannya dengan kami (Amerika)."
Pejabat tersebut menyebutkan bahwa berjalannya proses pertukaran tawanan itu akan membantu posisi Hamas untuk bisa disertakan dalam perundingan-perundingan mendatang, atau membuka peluang politik bagi mereka.
"Kami tidak akan duduk lama dengan Hamas dan tidak pula akan berinteraksi dengan mereka, kecuali mereka telah mematuhi syarat mendasar yang telah kami tetapkan, yaitu tidak bersikap radikal dan mengakui eksistensi Israel dan memberikan kesempatan mereka untuk hidup berdampingan." jelas pejabat itu.
Ia kemudian menambahkan, "Sulit memprediksi hasil jangka panjang dari prosesi pertukaran tahanan ini, namun kami mengingkan adanya hasil yang positif sehingga bisa mewujudkan perdamaian di kawasan."
Dilain kesempatan, Menlu Amerika, Hillary Clinton berharap, selepasnya Shalith, tawanan lainnya juga dilepaskan, yaitu Ilan Gabriel, yang berdarah Israel-Amerika yang ditangkap pemerintah Mesir dengan tuduhan sebagai mata-mata.
Red: Jaka
Sumber: knrp











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...