Protes Anti Israel Berkembang ke Boston
Boston (SI ONLINE) - Sekitar 40 orang anggota Jewish Women for Justice in Israel/Palestine melakukan aksi protes anti-Israel di Boston pada Rabu (19/10/2011).
Aksi demonstrasi yang terinspirasi dari gerakan kelompok Occupy Wall Street di Amerika Serikat (AS) tersebut diberi nama "Occupy Boston - Not Palestine," (Dukuki Boston, Jangan Palestina).
Mereka memprotes Pemerintah AS yang mendukung kehadiran militer Israel di wilayah Palestina.
Salah satu penyelenggara demonstrasi, Anna Shenk, mengatakan, "saya tinggal di Yordania selama dua tahun dan bekerja untuk menyediakan makanan serta pakaian untuk pengungsi Palestina. Saya pun belajar dari peristiwa itu, bagaimana rasanya diusir dari rumah sendiri. Saya tidak peduli siapa Anda, tapi itu keterlaluan."
Para demonstran menyebutkan bahwa pemerintah AS memberikan dukungan berupa dana untuk pasukan Israel setiap harinya.
"Bukalah matamu Amerika, karena pajak inilah, Israel menduduki Palestina. Pajak sebesar USD 8juta yang kami bayar adalah untuk membantu militer Israel," ujar seorang demonstran Nancy Murray.
Nancy Murray menambahkan, "Kita perlu membangun rumah di AS bukan menghancurkan rumah-rumah di Palestina. Pendudukan telah berlangsung begitu lama karena AS memveto 41 resolusi Dewan Keamanan PBB. Mereka telah memberi bangsa Israel lampu hijau untuk pelanggaran hak asasi manusia."
Para demonstran juga menuduh Israel melanggar hak asasi manusia dengan membangun pagar pembatas yang memisahkan Israel dan Palestina.
Mereka juga menuduh Partai Republik dan Demokrat mendukung Israel karena Yahudi mengontrol perekonomian dan juga politik AS.
Red: Jaka
Sumber: israelnationalnews
Aksi demonstrasi yang terinspirasi dari gerakan kelompok Occupy Wall Street di Amerika Serikat (AS) tersebut diberi nama "Occupy Boston - Not Palestine," (Dukuki Boston, Jangan Palestina).
Mereka memprotes Pemerintah AS yang mendukung kehadiran militer Israel di wilayah Palestina.
Salah satu penyelenggara demonstrasi, Anna Shenk, mengatakan, "saya tinggal di Yordania selama dua tahun dan bekerja untuk menyediakan makanan serta pakaian untuk pengungsi Palestina. Saya pun belajar dari peristiwa itu, bagaimana rasanya diusir dari rumah sendiri. Saya tidak peduli siapa Anda, tapi itu keterlaluan."
Para demonstran menyebutkan bahwa pemerintah AS memberikan dukungan berupa dana untuk pasukan Israel setiap harinya.
"Bukalah matamu Amerika, karena pajak inilah, Israel menduduki Palestina. Pajak sebesar USD 8juta yang kami bayar adalah untuk membantu militer Israel," ujar seorang demonstran Nancy Murray.
Nancy Murray menambahkan, "Kita perlu membangun rumah di AS bukan menghancurkan rumah-rumah di Palestina. Pendudukan telah berlangsung begitu lama karena AS memveto 41 resolusi Dewan Keamanan PBB. Mereka telah memberi bangsa Israel lampu hijau untuk pelanggaran hak asasi manusia."
Para demonstran juga menuduh Israel melanggar hak asasi manusia dengan membangun pagar pembatas yang memisahkan Israel dan Palestina.
Mereka juga menuduh Partai Republik dan Demokrat mendukung Israel karena Yahudi mengontrol perekonomian dan juga politik AS.
Red: Jaka
Sumber: israelnationalnews
Comments (1)
-
|2011-10-20 18:03:27 Babah Liem - Bola liar
Rakyat amerika serikat sudah mulai sadar dan berani thd kebusukan penduduk iblis yahudi di negaranya yang mengontrol dan mendikte negara mereka. Walaupun masih sedikit, baru 40 orang, tapi gerakan ini akan membesar dalam waktu dekat menjadi gerakan anti iblis yahudi internasional. Bola liar mulai menggelinding. Semoga masyarakat dunia tidak berbalik membantai iblis yahudi sebagai balas dendam, tapi sebagai penegakan keadilan atas kebiadaban mereka sejak jaman para Rosul. Amin!
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...