Israel Kecam Wawancara TV Mesir Dengan Gilad Shalit
Tel Aviv (SI ONLINE) - Pejabat Israel mengecam keras wawancara televisi Mesir dengan tentara Gilad Shalit beberapa menit setelah Hamas membebaskannya dalam pertukaran tawanan Selasa kemarin (18/10/2011).
Pejabat tersebut menilai wawancara sesaat tersebut sebagai bentuk interogasi yang tidak pantas dan sangat sensitif. Ia juga mempertanyakan etika wartawan yang terlibat dalam wawancara tersebut.
"Kami semua terkejut bahwa wawancara dilakukan dengan terpaksa, padahal Shalit sama sekali belum bisa berbicara dengan keluarganya atau menginjakkan kakinya di tanah Israel," kata pejabat itu.
Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena ia membahas masalah diplomatik yang sensitif, namun mengatakan adanya sentimen meluas di jajaran pejabat Israel atas wawancara itu.
Sementara itu, para pejabat keamanan Israel mengatakan bahwa wawancara tersebut merupakan pelanggaran dari kesepakatan untuk pembebasan Shalit.
Dalam wawancara tersebut, Shalit mengutarakan kegembiraannya saat bebas dari tahanan.
Red: Jaka
Sumber: ynetnews
Pejabat tersebut menilai wawancara sesaat tersebut sebagai bentuk interogasi yang tidak pantas dan sangat sensitif. Ia juga mempertanyakan etika wartawan yang terlibat dalam wawancara tersebut.
"Kami semua terkejut bahwa wawancara dilakukan dengan terpaksa, padahal Shalit sama sekali belum bisa berbicara dengan keluarganya atau menginjakkan kakinya di tanah Israel," kata pejabat itu.
Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena ia membahas masalah diplomatik yang sensitif, namun mengatakan adanya sentimen meluas di jajaran pejabat Israel atas wawancara itu.
Sementara itu, para pejabat keamanan Israel mengatakan bahwa wawancara tersebut merupakan pelanggaran dari kesepakatan untuk pembebasan Shalit.
Dalam wawancara tersebut, Shalit mengutarakan kegembiraannya saat bebas dari tahanan.
Red: Jaka
Sumber: ynetnews
Comments (1)
-
|2011-10-19 21:45:21 Babah Liem - khianat yahudi
Haha.. belum apa2 sdh mencari-cari alasan pelanggaran perjanjian dari kesepakatan untuk pembebasan shalit. Jadi yahudi iblis penjajah negeri Palestina bisa berkelit utk membatalkan perjanjian pertukaran tahanan dg Palestina. Shg mrk tdk perlu membebaskan tahanan Palestina dari penjara2 mrk. Itulah watak asli iblis yahudi: licik, tdk bs dipercaya dan selalu khianat! Emang wartawan TV itu polisi? Emang wawancara itu dilakukan di penjara Mesir? Wawancara kok dibilang interogasi! Aneh? Gak lah yauw! Mrk khan gak bs lagi beralasan si shalit disiksa selama dalam tahanan Hamas! Haha..
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...