NATO Belum Mau Akhiri Misi di Libya
Brussel (SI ONLINE) - Meskipun pasukan pemberontak Libya hampir menguasai kota Bani Walid, namun NATO belum mau mengakhiri misinya di Libya.
Juru bicara NATO, Carmen Romero pada kesempatan pertemuan mingguan Duta Besar negara-negara anggota NATO di Brussel, Selasa (18/10/2011) mengatakan bahwa NATO belum siap untuk mengumumkan akhir misinya di Libya, meskipun pasukan pemberontak telah membuat kemajuan di kota Bani Walid dan Sirte.
"Waktunya sudah mendekati akhir, tapi saya tidak bisa memastikan, bisa saja besok NATO mengambil keputusan untuk mengakhiri operasi"
Ia mengklaim masih ada ancaman terhadap penduduk sipil, sehingga NATO tidak mau mengakhiri misinya di Libya.
Senada dengan Carmen, Kolonel Roland Lavoie, juru bicara Operasi Unified Protector di Naples, mengklaim bahwa ancaman telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.
"Meskipun pertempuran terisolasi di Sirte dan Bani Walid, mayoritas penduduk masih terancam oleh pejuang loyalis Khadafi yang saat ini berjuang di medan pertempuran," ucapnya.
Sementara itu, pesawat NATO terus melanjutkan penerbangan di atas Libya untuk mengintai dan memantau situasi dan serangan udara di Libya.
Pertempuran di Sirte masih dikuasai oleh pasukan loyalis Khadafi dengan berjalannya baku tembak yang menggunakan senjata berat, artileri berat dan roket sepanjang Selasa kemarin.
Red: Jaka
Sumber: alyoum
Juru bicara NATO, Carmen Romero pada kesempatan pertemuan mingguan Duta Besar negara-negara anggota NATO di Brussel, Selasa (18/10/2011) mengatakan bahwa NATO belum siap untuk mengumumkan akhir misinya di Libya, meskipun pasukan pemberontak telah membuat kemajuan di kota Bani Walid dan Sirte.
"Waktunya sudah mendekati akhir, tapi saya tidak bisa memastikan, bisa saja besok NATO mengambil keputusan untuk mengakhiri operasi"
Ia mengklaim masih ada ancaman terhadap penduduk sipil, sehingga NATO tidak mau mengakhiri misinya di Libya.
Senada dengan Carmen, Kolonel Roland Lavoie, juru bicara Operasi Unified Protector di Naples, mengklaim bahwa ancaman telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.
"Meskipun pertempuran terisolasi di Sirte dan Bani Walid, mayoritas penduduk masih terancam oleh pejuang loyalis Khadafi yang saat ini berjuang di medan pertempuran," ucapnya.
Sementara itu, pesawat NATO terus melanjutkan penerbangan di atas Libya untuk mengintai dan memantau situasi dan serangan udara di Libya.
Pertempuran di Sirte masih dikuasai oleh pasukan loyalis Khadafi dengan berjalannya baku tembak yang menggunakan senjata berat, artileri berat dan roket sepanjang Selasa kemarin.
Red: Jaka
Sumber: alyoum











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...