Manfaatkan Konflik Internal Pemberontak, Khadafi Akan Kembali Berkuasa
Tripoli (SI ONLINE) - Kolonel Muamar Khadafi berencana akan kembali berkuasa di Libya dengan memanfaatkan konflik internal antar pemberontak.
Ketua Kantor Presiden Eksekutif Dewan Transisi Nasional di Libya, Dr Mahmoud Jibril, mengatakan "Khadafi masih berada di Libya dan berusaha memanfaatkan perbedaan politik antara pemberontak dalam upaya untuk membuktikan keberadaannya dan kembali lagi ke puncak kekuasaan yang hilang setelah pemberontak menguasai kompleks Bab Azizia di Tripoli dua bulan lalu."
Dalam pernyataannya kepada surat kabar "al-Syarq al-Awsath" London edisi Selasa (18/10/2011) tersebut, Jibril menjelaskan bahwa Khadafi bekerja pada beberapa pilihan, termasuk mempromosikan ketidakstabilan dari rezim baru di Libya atau mendeklarasikan negara terpisah di selatan dengan nama Tuareg, atau Selatan, atau Afrika Agung.
"Kolonel Khadafi kemungkinan akan melakukan pembalasan karena tidak menerima kekalahan, dan ia dapat melakukan sesuatu yang mustahil untuk menghancurkan setiap rezim baru di Libya," tambahnya.
Jibril juga mengakui adanya kekosongan politik. Ia juga memperingatkan upaya dari beberapa kekuatan asing untuk mengisi kekosongan ini dengan tidak adanya kekuatan nasional.
Red: Jaka
Sumber: wn
Ketua Kantor Presiden Eksekutif Dewan Transisi Nasional di Libya, Dr Mahmoud Jibril, mengatakan "Khadafi masih berada di Libya dan berusaha memanfaatkan perbedaan politik antara pemberontak dalam upaya untuk membuktikan keberadaannya dan kembali lagi ke puncak kekuasaan yang hilang setelah pemberontak menguasai kompleks Bab Azizia di Tripoli dua bulan lalu."
Dalam pernyataannya kepada surat kabar "al-Syarq al-Awsath" London edisi Selasa (18/10/2011) tersebut, Jibril menjelaskan bahwa Khadafi bekerja pada beberapa pilihan, termasuk mempromosikan ketidakstabilan dari rezim baru di Libya atau mendeklarasikan negara terpisah di selatan dengan nama Tuareg, atau Selatan, atau Afrika Agung.
"Kolonel Khadafi kemungkinan akan melakukan pembalasan karena tidak menerima kekalahan, dan ia dapat melakukan sesuatu yang mustahil untuk menghancurkan setiap rezim baru di Libya," tambahnya.
Jibril juga mengakui adanya kekosongan politik. Ia juga memperingatkan upaya dari beberapa kekuatan asing untuk mengisi kekosongan ini dengan tidak adanya kekuatan nasional.
Red: Jaka
Sumber: wn











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...