Mayoritas Warga New York Dukung Protes Anti Wall Street
New York (SI ONLINE) - Lebih dari 85 persen dari penduduk New York City dari Demokrat yang berpartisipasi dalam survei Universitas Quinnipiac mengatakan mereka mendukung gerakan anti-Wall Street, sementara hanya 35 persen dari Partai Republik mendukung demonstrasi, DPA (Lembaga Polling Amerika) melaporkan pada hari Selasa (18/10/2011) seperti dikutip presstv.
Sebanyak 75 persen dari responden mengatakan mereka lebih suka peraturan harus diperketat terhadap industri jasa keuangan. Kebanyakan pemilih menyalahkan pemerintahan mantan Presiden AS George W. Bush atas krisis keuangan AS . Sementara 21 persen orang mengatakan kesemrawutan aturan bank telah menyebabkan kelesuan ekonomi.
"Ini negara bebas," kata Maurice Carroll, Direktur Polling Quinnipiac University Institute. "Biarkan mereka terus protes selama mereka mematuhi hukum, warga New York sangat mendukung ."
Para peserta dibagi atas jalan New York polisi telah menangani protes. Polisi telah menahan hampir 2.000 pengunjuk rasa damai di seluruh AS selama bulan lalu.
Para pengunjuk rasa telah ditekan oleh pihak berwenang untuk mengosongkan kamp-kamp mereka di sejumlah kota, termasuk New York dan Washington, DC, dengan polisi menggunakan semprotan merica dan pentungan untuk membubarkan pemrotes secara paksa.
Para demonstran OWS ( Occupy Wall Street) merebak pada 17 September, ketika sekitar 150 orang mendirikan tenda di taman kota New York Zuccotti Park untuk protes 'keserakahan korporasi' dan tingginya tingkat korupsi di negara ini.
Sejak itu, protes telah menyebar ke lebih 80 kota di Amerika Serikat dan Eropa banyak terinspirasi seperti di negara-negara Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Irlandia, dan Portugal. Bahkan gerakan protes OWS telah menjalar ke seluruh dunia termasuk negara-negara Asia seperti Jepang, Korea dan Filipina.
Masyarakat marah telah berulang kali berjanji untuk tidak menyerah pada tekanan sampai tuntutan dipenuhi.
Parlemen Iran Dukung Gerakan Anti Kapitalisme
Sementara gerakan Occupy Wall Street terus menggelombang di seluruh dunia, 220 wakil parlemen Iran dalam sebuah pernyataan, mendukung gerakan-gerakan anti-kapitalisme Barat. Dalam penyataan itu, para anggota parlemen Iran menegaskan bahwa transformasi ini bersamaan dengan kebangkitan Islam, dengan begitu peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dunia telah membenci kezaliman. Mereka menginginkan perubahan mendasar dalam sistem kapitalisme yang zalim.
Dalam pernyataan itu disebutkan pula, gerakan besar rakyat di Barat dengan nama Occupy Wall Street di pusat Amerika, yang dijadikan sebagai simbol kekuatan Barat, berubah menjadi gerakan raksasa rakyat anti-sistem kapitalisme. Hal itu menunjukkan penurunan kekuatan kapitalisme Barat dan awal keruntuhan sistem tersebut.
Seraya menyinggung prediksi Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, khususnya soal gerakan-gerakan protes di Barat, para wakil parlemen Iran itu menegaskan bahwa pada saat Barat hidup tenang, Rahbar mengatakan bahwa gerakan kebangkitan ini akan merembet ke jantung Eropa, dan hari ini dunia diambang perubahan besar dan mendasar, yang penting dari itu, setidaknya runtuhnya sistem sosialis Uni Soviet.
Dalam pernyataan itu, selain mengumumkan dukungan kepada gerakan anti kapitalisme di Wall Street dan seluruh dunia, disinggung pula bahwa para anggota parlemen Iran menuntut pemerintah-pemerintah kapitalisme di seluruh dunia untuk menjaga keselamatan para tahanan dan membebaskan mereka.
Red: Agusdin Syah
Sumber: Presstv/irib
Sebanyak 75 persen dari responden mengatakan mereka lebih suka peraturan harus diperketat terhadap industri jasa keuangan. Kebanyakan pemilih menyalahkan pemerintahan mantan Presiden AS George W. Bush atas krisis keuangan AS . Sementara 21 persen orang mengatakan kesemrawutan aturan bank telah menyebabkan kelesuan ekonomi.
"Ini negara bebas," kata Maurice Carroll, Direktur Polling Quinnipiac University Institute. "Biarkan mereka terus protes selama mereka mematuhi hukum, warga New York sangat mendukung ."
Para peserta dibagi atas jalan New York polisi telah menangani protes. Polisi telah menahan hampir 2.000 pengunjuk rasa damai di seluruh AS selama bulan lalu.
Para pengunjuk rasa telah ditekan oleh pihak berwenang untuk mengosongkan kamp-kamp mereka di sejumlah kota, termasuk New York dan Washington, DC, dengan polisi menggunakan semprotan merica dan pentungan untuk membubarkan pemrotes secara paksa.
Para demonstran OWS ( Occupy Wall Street) merebak pada 17 September, ketika sekitar 150 orang mendirikan tenda di taman kota New York Zuccotti Park untuk protes 'keserakahan korporasi' dan tingginya tingkat korupsi di negara ini.
Sejak itu, protes telah menyebar ke lebih 80 kota di Amerika Serikat dan Eropa banyak terinspirasi seperti di negara-negara Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Irlandia, dan Portugal. Bahkan gerakan protes OWS telah menjalar ke seluruh dunia termasuk negara-negara Asia seperti Jepang, Korea dan Filipina.
Masyarakat marah telah berulang kali berjanji untuk tidak menyerah pada tekanan sampai tuntutan dipenuhi.
Parlemen Iran Dukung Gerakan Anti Kapitalisme
Sementara gerakan Occupy Wall Street terus menggelombang di seluruh dunia, 220 wakil parlemen Iran dalam sebuah pernyataan, mendukung gerakan-gerakan anti-kapitalisme Barat. Dalam penyataan itu, para anggota parlemen Iran menegaskan bahwa transformasi ini bersamaan dengan kebangkitan Islam, dengan begitu peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dunia telah membenci kezaliman. Mereka menginginkan perubahan mendasar dalam sistem kapitalisme yang zalim.
Dalam pernyataan itu disebutkan pula, gerakan besar rakyat di Barat dengan nama Occupy Wall Street di pusat Amerika, yang dijadikan sebagai simbol kekuatan Barat, berubah menjadi gerakan raksasa rakyat anti-sistem kapitalisme. Hal itu menunjukkan penurunan kekuatan kapitalisme Barat dan awal keruntuhan sistem tersebut.
Seraya menyinggung prediksi Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, khususnya soal gerakan-gerakan protes di Barat, para wakil parlemen Iran itu menegaskan bahwa pada saat Barat hidup tenang, Rahbar mengatakan bahwa gerakan kebangkitan ini akan merembet ke jantung Eropa, dan hari ini dunia diambang perubahan besar dan mendasar, yang penting dari itu, setidaknya runtuhnya sistem sosialis Uni Soviet.
Dalam pernyataan itu, selain mengumumkan dukungan kepada gerakan anti kapitalisme di Wall Street dan seluruh dunia, disinggung pula bahwa para anggota parlemen Iran menuntut pemerintah-pemerintah kapitalisme di seluruh dunia untuk menjaga keselamatan para tahanan dan membebaskan mereka.
Red: Agusdin Syah
Sumber: Presstv/irib











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...