Kabinet Yordania Bubar
Amman (SI ONLINE) - Raja Yordania Abdullah II akhirnya membubarkan kabinet, memecat Perdana Menteri Maaruf al-Bakhit setelah negeri itu diguncang gelombang demo rakyat menolak paket reformasi pemerintah. Sebelumnya anggota parlemen Yordania menandatangani petisi menuntut pemecatan al-Bakhit dan pembubaran kabinetnya, karena dinilai gagal menjalankan paket reformasi.
Raja Abdullah II hari Senin (17/10/2011) mengeluarkan keputusan pemecatan al-Bakhit dan menunjuk Awn Khasawneh sebagai perdana menteri baru. Khaswaneh, 61, yang telah menjadi anggota Mahkamah Internasional sejak tahun 2000, adalah mantan kepala pengadilan kerajaan dan penasehat hukum untuk tim Jordan yang merundingkan perjanjian perdamaian dengan Israel pada tahun 1994.
Pengumuman Senin itu muncul satu hari setelah mayoritas anggota parlemen - 70 dari 120 - meminta Abdullah untuk memecatnya.
Bakhit dinilai menjalankan administrasi pemerintahan dengan buruk, lambat melakukan paket reformasi politik-pemerintahan, penanganan berbagai masalah dalam negeri semrawut, termasuk pemilihan dean kota yang direncanakan diadakan akhir tahun ini.
Pekan lalu, pengunjuk rasa anti-pemerintah turun ke jalan-jalan di Amman, untuk menolak reformasi konstitusional yang disponsori pemerintah. Demonstran menilai amandemen yang diusulkan oleh komisi kerajaan tidak memenuhi tuntutan mereka.
Sedangkan bagi anggota parlemen, aspirasi yang diinginkan mereka adalah diberikannya hak parlemen untuk ikut menentukan pemilihan perdana Menteri, sebagai opsi perimbangan atas hak absolut raja menentukan Perdana Menteri.
Lebih dari separo warga Yordania merupakan imigrant Palestina. Umumnya mereka anggota Ikhwanul Muslimin. Sementara penduduk lainnya merupakan penduduk asli Baduy yang cenderung menghamba mempertahankan loyalitasnya kepada monarkhi Hashemite kerabat Kerajaan. Reformasi politik dan pemerintahan bagi Baduy dan kalangan kerajaan akan merupakan bahaya yang mengancam eksistensi mereka.
Seorang mantan anggota parlemen yang berpartisipasi dalam protes pro-reformasi Rabu mengatakan kegagalan pemerintah untuk memenuhi tuntutan reformasi akan menyeret Yordania ke medan pertempuran berdarah dan kerusuhan sipil.
Raja Abdullah II hari Senin (17/10/2011) mengeluarkan keputusan pemecatan al-Bakhit dan menunjuk Awn Khasawneh sebagai perdana menteri baru. Khaswaneh, 61, yang telah menjadi anggota Mahkamah Internasional sejak tahun 2000, adalah mantan kepala pengadilan kerajaan dan penasehat hukum untuk tim Jordan yang merundingkan perjanjian perdamaian dengan Israel pada tahun 1994.
Pengumuman Senin itu muncul satu hari setelah mayoritas anggota parlemen - 70 dari 120 - meminta Abdullah untuk memecatnya.
Bakhit dinilai menjalankan administrasi pemerintahan dengan buruk, lambat melakukan paket reformasi politik-pemerintahan, penanganan berbagai masalah dalam negeri semrawut, termasuk pemilihan dean kota yang direncanakan diadakan akhir tahun ini.
Pekan lalu, pengunjuk rasa anti-pemerintah turun ke jalan-jalan di Amman, untuk menolak reformasi konstitusional yang disponsori pemerintah. Demonstran menilai amandemen yang diusulkan oleh komisi kerajaan tidak memenuhi tuntutan mereka.
Sedangkan bagi anggota parlemen, aspirasi yang diinginkan mereka adalah diberikannya hak parlemen untuk ikut menentukan pemilihan perdana Menteri, sebagai opsi perimbangan atas hak absolut raja menentukan Perdana Menteri.
Lebih dari separo warga Yordania merupakan imigrant Palestina. Umumnya mereka anggota Ikhwanul Muslimin. Sementara penduduk lainnya merupakan penduduk asli Baduy yang cenderung menghamba mempertahankan loyalitasnya kepada monarkhi Hashemite kerabat Kerajaan. Reformasi politik dan pemerintahan bagi Baduy dan kalangan kerajaan akan merupakan bahaya yang mengancam eksistensi mereka.
Seorang mantan anggota parlemen yang berpartisipasi dalam protes pro-reformasi Rabu mengatakan kegagalan pemerintah untuk memenuhi tuntutan reformasi akan menyeret Yordania ke medan pertempuran berdarah dan kerusuhan sipil.
Â











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...