Iran Minta AS Berikan Informasi Relevan Skenario Pembunuhan Dubes Arab Saudi
Tehran (SI ONLINE) - Pemerintah Iran menyatakan kesediaanya untuk melihat bukti-bukti warga Iran yang dituduh merencanakan pembunuhan duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi pada Senin (17/10/2011) mengatakan, "Kami siap untuk mempertimbangkan masalah apapun (bahkan jika itu adalah kepalsuan) dengan kesabaran. Kami telah meminta Amerika Serikat untuk memberikan kami informasi yang relevan mengenai skenario ini."
Salehi juga menegaskan bahwa tuduhan AS mengenai plot tersebut ditujukan untuk menciptakan perselisihan antara negara-negara dikawasan Timur Tengah. Dan dia mengklaim jika Iran tidak pernah terlibat dalam operasi teroris.
Sementara itu, Ayatullah Ali Khamenei dalam pidatonya di hadapan ribuan di kota Iran barat Gilangharb menuduh AS ingin mengisolasi Iran.
Seorang sarjana agama dan penulis, mengatakan jika plot yang dituduhkan itu, tidak cocok dengan modus operandi Angkatan Quds. Menggunakan kartel obat lebih berisiko dan agen Angkatan Quds dapat lebih diandalkan dibandingkan Arbabsiar, yang hanya seorang salesman mobil bekas di Texas.
"Itu ceroboh. Ini tidak seperti biasanya," kata Aslan. "Ini benar-benar tidak melayani kepentingan Iran dengan cara apapun yang sah."
Iran dapat lebih mudah menargetkan diplomat Saudi di Timur Tengah, Afrika dan tempat lain, kata Aslan. "Melakukan hal tersebut di AS sangat diragukan, terlebih serangannya di tanah AS, bukan di Arab Saudi."
Red: Jaka
Sumber: cnn
Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi pada Senin (17/10/2011) mengatakan, "Kami siap untuk mempertimbangkan masalah apapun (bahkan jika itu adalah kepalsuan) dengan kesabaran. Kami telah meminta Amerika Serikat untuk memberikan kami informasi yang relevan mengenai skenario ini."
Salehi juga menegaskan bahwa tuduhan AS mengenai plot tersebut ditujukan untuk menciptakan perselisihan antara negara-negara dikawasan Timur Tengah. Dan dia mengklaim jika Iran tidak pernah terlibat dalam operasi teroris.
Sementara itu, Ayatullah Ali Khamenei dalam pidatonya di hadapan ribuan di kota Iran barat Gilangharb menuduh AS ingin mengisolasi Iran.
Seorang sarjana agama dan penulis, mengatakan jika plot yang dituduhkan itu, tidak cocok dengan modus operandi Angkatan Quds. Menggunakan kartel obat lebih berisiko dan agen Angkatan Quds dapat lebih diandalkan dibandingkan Arbabsiar, yang hanya seorang salesman mobil bekas di Texas.
"Itu ceroboh. Ini tidak seperti biasanya," kata Aslan. "Ini benar-benar tidak melayani kepentingan Iran dengan cara apapun yang sah."
Iran dapat lebih mudah menargetkan diplomat Saudi di Timur Tengah, Afrika dan tempat lain, kata Aslan. "Melakukan hal tersebut di AS sangat diragukan, terlebih serangannya di tanah AS, bukan di Arab Saudi."
Red: Jaka
Sumber: cnn











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...