Liga Arab Desak Suriah Berunding di Kairo
Kairo (SI ONLINE) - Liga Arab telah mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk membawa bersama-sama pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok oposisi untuk mencari cara umengakhiri kekerasan di negara itu, demikian dikatakan Hamad bin Jassim al-Thani, Perdana Menteri Qatar, seperti dikutip Aljazeera (17/10/2011).
Liga Arab pada Minggu 17 Oktober memutuskan untuk membentuk Komite Menteri untuk menyiapkan dialog perundingan antara Pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok oposisi : "Kami akan memanggil semua partai-partai oposisi dan pemerintah untuk mengadakan dialog dalam waktu 15 hari," kata Sekretaris Jenderal Liga Nabil Elaraby setelah pertemuan darurat para menteri luar negeri Arab di Kairo.
Namun Suriah agaknya merespon negatif gagasan Liga Arab tersebut. Youssef Ahmad, Duta Besar Suriah untuk Liga Arab, menyatakan himbauan Liga Arab merupakan paket bias, termasuk peran negatif yang dimainkan Qatar, demikian kantor berita Suriah SANA melaporkan.
Duta besar mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengadakan pembicaraan di Kairo. Youssef Ahmed menegaskan : ”Suriah adalah sebuah negara merdeka dan berdaulat yang dipimpin oleh otoritas yang sah, dan bahwa "setiap dialog nasional hanya dapat diselenggarakan di Suriah".
Banyak aktivis Suriah juga menolak gagasan pembicaraan di Kairo. "Kami mengatakan itu dari hari martir pertama jatuh: Tidak ada dialog dengan para pembunuh,'' tulis tokoh oposisi terkemuka Suriah Suhair Atassi pada akunTwitter-nya.
.
Pertemuan Minggu itu diminta oleh beberapa negara Teluk Arab setelah enam bulan protes menyerukan reformasi serta diakhirinya kekuasaan Assad.. Banyak negara Teluk telah menarik duta besar mereka keluar dari Suriah sebagai protes terhadap tindakan keras keamanan, yang telah menewaskan lebih dari 3.000 orang menurut catatan resmi PBB
Dewan Keamanan PBB tidak mengutuk kekerasan, karena veto dari Rusia dan Cina. Sementara India, Brasil dan Afrika Selatan, yang menduduki kursi Dewan Keamanan sebagai anggota non-permanen, -- dianggap sebagai blok negara-negara berkembang yang berpengaruh -- abstain dari pemungutan suara, sehingga memicu kritik dari Human Rights Watch.
Korban Meninggal terus bertambah
Perkembangan Minggu (17/10/2011) para aktivis mengatakan sembilan orang tewas dalam tiga kejadian terpisah. Pengamat Hak Asasi Manusia Suuriah berbasis di Inggris mengatakan bahwa empat warga sipil tewas di pusat kota Homs ketika pasukan keamanan menembaki demonstran di luar rumah Mansur al-Arassi, seorang aktivis ditahan.
Dua orang lainnya tewas di luar sebuah masjid di sektor Khaldiyeh kota markas oposisi yang melepaskan tembakan dari kendaraan, kata kelompok HAM itu. Dikatakan 39 orang terluka dalam dua insiden itu..
Di wilayah Damaskus, satu orang tewas di kota Zabadani, di mana pasukan keamanan sebelumnya dmenangkap 25 orang, termasuk tiga perempuan muda.. Dikatakan, kematian terjadi ketika pasukan keamanan menembaki orang setelah mereka meninggalkan masjid dan mulai protes di jalan-jalan menyerukan pembebasan para tahanan. Di provinsi barat laut Idlib Suriah, dua orang tewas di Khan Sheikhun dekat perbatasan dengan Turki, ketika pasukan keamanan menembakkan peluru untuk memecah demonstran.
Assad telah menuduh bahwa kekuatan asing berada di balik kerusuhan di negaranya, yang telah membagi pendapat di Timur Tengah. Pada hari Minggu (17/10) Duta Besar Suriah mengangkat sebuah dokumen yang di dalamnya, diduga, adalah bukti bahwa senjata-senjata dari Israel telah ditemukan di Suriah berada ditangan pengunjuk rasa.
Red: Jaka
Sumber: Aljazeera
Liga Arab pada Minggu 17 Oktober memutuskan untuk membentuk Komite Menteri untuk menyiapkan dialog perundingan antara Pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok oposisi : "Kami akan memanggil semua partai-partai oposisi dan pemerintah untuk mengadakan dialog dalam waktu 15 hari," kata Sekretaris Jenderal Liga Nabil Elaraby setelah pertemuan darurat para menteri luar negeri Arab di Kairo.
Namun Suriah agaknya merespon negatif gagasan Liga Arab tersebut. Youssef Ahmad, Duta Besar Suriah untuk Liga Arab, menyatakan himbauan Liga Arab merupakan paket bias, termasuk peran negatif yang dimainkan Qatar, demikian kantor berita Suriah SANA melaporkan.
Duta besar mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengadakan pembicaraan di Kairo. Youssef Ahmed menegaskan : ”Suriah adalah sebuah negara merdeka dan berdaulat yang dipimpin oleh otoritas yang sah, dan bahwa "setiap dialog nasional hanya dapat diselenggarakan di Suriah".
Banyak aktivis Suriah juga menolak gagasan pembicaraan di Kairo. "Kami mengatakan itu dari hari martir pertama jatuh: Tidak ada dialog dengan para pembunuh,'' tulis tokoh oposisi terkemuka Suriah Suhair Atassi pada akunTwitter-nya.
.
Pertemuan Minggu itu diminta oleh beberapa negara Teluk Arab setelah enam bulan protes menyerukan reformasi serta diakhirinya kekuasaan Assad.. Banyak negara Teluk telah menarik duta besar mereka keluar dari Suriah sebagai protes terhadap tindakan keras keamanan, yang telah menewaskan lebih dari 3.000 orang menurut catatan resmi PBB
Dewan Keamanan PBB tidak mengutuk kekerasan, karena veto dari Rusia dan Cina. Sementara India, Brasil dan Afrika Selatan, yang menduduki kursi Dewan Keamanan sebagai anggota non-permanen, -- dianggap sebagai blok negara-negara berkembang yang berpengaruh -- abstain dari pemungutan suara, sehingga memicu kritik dari Human Rights Watch.
Korban Meninggal terus bertambah
Perkembangan Minggu (17/10/2011) para aktivis mengatakan sembilan orang tewas dalam tiga kejadian terpisah. Pengamat Hak Asasi Manusia Suuriah berbasis di Inggris mengatakan bahwa empat warga sipil tewas di pusat kota Homs ketika pasukan keamanan menembaki demonstran di luar rumah Mansur al-Arassi, seorang aktivis ditahan.
Dua orang lainnya tewas di luar sebuah masjid di sektor Khaldiyeh kota markas oposisi yang melepaskan tembakan dari kendaraan, kata kelompok HAM itu. Dikatakan 39 orang terluka dalam dua insiden itu..
Di wilayah Damaskus, satu orang tewas di kota Zabadani, di mana pasukan keamanan sebelumnya dmenangkap 25 orang, termasuk tiga perempuan muda.. Dikatakan, kematian terjadi ketika pasukan keamanan menembaki orang setelah mereka meninggalkan masjid dan mulai protes di jalan-jalan menyerukan pembebasan para tahanan. Di provinsi barat laut Idlib Suriah, dua orang tewas di Khan Sheikhun dekat perbatasan dengan Turki, ketika pasukan keamanan menembakkan peluru untuk memecah demonstran.
Assad telah menuduh bahwa kekuatan asing berada di balik kerusuhan di negaranya, yang telah membagi pendapat di Timur Tengah. Pada hari Minggu (17/10) Duta Besar Suriah mengangkat sebuah dokumen yang di dalamnya, diduga, adalah bukti bahwa senjata-senjata dari Israel telah ditemukan di Suriah berada ditangan pengunjuk rasa.
Red: Jaka
Sumber: Aljazeera











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...