Tentara Kenya Serang Al-Shabab
Mogadishu (SI ONLINE) - Pasukan Kenya menyeberangi perbatasan memasuki Somalia untuk menyerang gerilyawan Al-Shabaab yang mereka tuduh mendalangi sejumlah penculikan warga asing, kata beberapa pejabat Kenya, Minggu.(16/10/2011)
"Kami menyeberang masuk ke Somalia untuk memburu Al-Shabaab, yang bertanggung jawab atas penculikan dan penyerangan di negara kami," kata juru bicara pemerintah Alfred Matua kepada AFP.
Seorang wartawan AFP di dekat perbatasan melihat sejumlah besar pasukan serta pesawat dan helikopter militer yang terbang di atas mereka. Beberapa saksi melaporkan pergerakan besar pasukan di daerah perbatasan Kenya, dan truk-truk berisi prajurit bergerak ke arah perbatasan.
Serangan itu dilakukan sehari setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri Kenya George Saitoti menyebut Al-Shabaab Somalia sebagai "musuh" dan berjanji menyerang mereka "di mana pun mereka berada".
"Kenya memberikan dukungan logistik dan moral," kata Abdirahman Omar Osman, juru bicara pemerintah Somalia dukungan Barat, yang menguasai Mogadishu dengan bantuan sekitar 9.000 prajurit Uni Afrika. Namun, ia mengatakan, adalah pasukan Somalia di wilayah selatan yang "memerangi Al-Shabaab di lapangan".
Dalam waktu kurang dari sebulan, seorang wanita Inggris dan seorang wanita Prancis diculik dari kawasan wisata pantai Kenya dalam dua insiden terpisah, yang merupakan pukulan besar bagi industri pariwisata di Kenya.
Dua wanita pekerja bantuan asal Spanyol diculik dari kamp pengungsi Dadaab, Kenya, kamp terbesar di dunia yang menjadi tempat bagi sekitar 450.000 pengungsi yang sebagian besar orang Somalia yang menyelamatkan diri dari kekeringan, kelaparan dan perang.
Penculikan-penculikan itu juga diyakini dilakukan oleh Al-Shabaab Somalia. Belum ada tuntutan yang diumumkan oleh penculik bagi pembebasan para sandera itu.
Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama empat tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu.
Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan Al-Qaida pimpinan Osama bin Laden.
Milisi garis Al-Shabaab dan sekutunya berusaha menggulingkan pemerintah Presiden Sharif Ahmed ketika mereka meluncurkan ofensif mematikan pada Mei tahun lalu.
Mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok milisi pro-pemerintah yang menentang pemberlakuan hukum Islam yang ketat di wilayah Somalia tengah dan selatan yang mereka kuasai. Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia
Red: Agusdin Syah
Sumber: Antara/aljazeera
"Kami menyeberang masuk ke Somalia untuk memburu Al-Shabaab, yang bertanggung jawab atas penculikan dan penyerangan di negara kami," kata juru bicara pemerintah Alfred Matua kepada AFP.
Seorang wartawan AFP di dekat perbatasan melihat sejumlah besar pasukan serta pesawat dan helikopter militer yang terbang di atas mereka. Beberapa saksi melaporkan pergerakan besar pasukan di daerah perbatasan Kenya, dan truk-truk berisi prajurit bergerak ke arah perbatasan.
Serangan itu dilakukan sehari setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri Kenya George Saitoti menyebut Al-Shabaab Somalia sebagai "musuh" dan berjanji menyerang mereka "di mana pun mereka berada".
"Kenya memberikan dukungan logistik dan moral," kata Abdirahman Omar Osman, juru bicara pemerintah Somalia dukungan Barat, yang menguasai Mogadishu dengan bantuan sekitar 9.000 prajurit Uni Afrika. Namun, ia mengatakan, adalah pasukan Somalia di wilayah selatan yang "memerangi Al-Shabaab di lapangan".
Dalam waktu kurang dari sebulan, seorang wanita Inggris dan seorang wanita Prancis diculik dari kawasan wisata pantai Kenya dalam dua insiden terpisah, yang merupakan pukulan besar bagi industri pariwisata di Kenya.
Dua wanita pekerja bantuan asal Spanyol diculik dari kamp pengungsi Dadaab, Kenya, kamp terbesar di dunia yang menjadi tempat bagi sekitar 450.000 pengungsi yang sebagian besar orang Somalia yang menyelamatkan diri dari kekeringan, kelaparan dan perang.
Penculikan-penculikan itu juga diyakini dilakukan oleh Al-Shabaab Somalia. Belum ada tuntutan yang diumumkan oleh penculik bagi pembebasan para sandera itu.
Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama empat tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu.
Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan Al-Qaida pimpinan Osama bin Laden.
Milisi garis Al-Shabaab dan sekutunya berusaha menggulingkan pemerintah Presiden Sharif Ahmed ketika mereka meluncurkan ofensif mematikan pada Mei tahun lalu.
Mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok milisi pro-pemerintah yang menentang pemberlakuan hukum Islam yang ketat di wilayah Somalia tengah dan selatan yang mereka kuasai. Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia
Red: Agusdin Syah
Sumber: Antara/aljazeera











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...