Julian Assange Ikuti Demonstrasi Anti Wall Street
London (SI ONLINE) - Pendiri Wikileaks, Julian Assange terlihat bergabung dengan ribuan orang yang melakukan demonstrasi anti Wall street di London, Sabtu (15/10/2011).
Julian Assange yang terlihat dikawal sejumlah orang ini kemudian disambut hangat demonstran. Tak hanya itu, Julian pun diminta memberikan pernyataan di hadapan ribuan demonstran.
"Salah satu alasan mengapa kita mendukung apa yang terjadi di sini, di 'Occupy London', karena sistem perbankan London merupakan bagian yang menerima uang-uang korup," kata Assange kepada demonstran.
Assange bahkan mengatakan kepada demonstran, agar aksi demonstrasi bisa memiliki dampak revolusi seperti yang terjsdi di beberapa negara Timut Tengah. "Saya berharap protes ini akan menghasilkan hasil yang sama, seperti yang telah kita lihat di New York, Kairo (Mesir), dan Tunisia," ucap Assange.
Assange juga mengingatkan pentingnya penyembunyian identitas, hal ini diserukannya setelah ditegur polisi karena memakai topeng saat memasuki arena aksi protes.
Gerakan yang berawal dari Amerika Serikat ini memanng sudah menyebar ke Eropa, Asia, dan Australia. Aksi mengutuk keserakahan korporasi dan menuntut perubahan global akibat krisis finansial ini juga terjadi di ibukota Inggris, London.
Lebih dari 2.000 demonstran melakukan aksi demonstrasi di depan Katederal St Paul, London, yang merupakan perekonomian London. Demonstrasi ini pun mendapat penjagaan ketat aparat kepolisian London.
Aksi tersebut berlangsung hingga malam hari, bahkan beberapa dari mereka rela menginap. Terpantau ada sekitar 70 tenda peserta demo yang dipasang di kaki tangga Katedral St Paul.
Red: Jaka
Summber: guardian
Julian Assange yang terlihat dikawal sejumlah orang ini kemudian disambut hangat demonstran. Tak hanya itu, Julian pun diminta memberikan pernyataan di hadapan ribuan demonstran.
"Salah satu alasan mengapa kita mendukung apa yang terjadi di sini, di 'Occupy London', karena sistem perbankan London merupakan bagian yang menerima uang-uang korup," kata Assange kepada demonstran.
Assange bahkan mengatakan kepada demonstran, agar aksi demonstrasi bisa memiliki dampak revolusi seperti yang terjsdi di beberapa negara Timut Tengah. "Saya berharap protes ini akan menghasilkan hasil yang sama, seperti yang telah kita lihat di New York, Kairo (Mesir), dan Tunisia," ucap Assange.
Assange juga mengingatkan pentingnya penyembunyian identitas, hal ini diserukannya setelah ditegur polisi karena memakai topeng saat memasuki arena aksi protes.
Gerakan yang berawal dari Amerika Serikat ini memanng sudah menyebar ke Eropa, Asia, dan Australia. Aksi mengutuk keserakahan korporasi dan menuntut perubahan global akibat krisis finansial ini juga terjadi di ibukota Inggris, London.
Lebih dari 2.000 demonstran melakukan aksi demonstrasi di depan Katederal St Paul, London, yang merupakan perekonomian London. Demonstrasi ini pun mendapat penjagaan ketat aparat kepolisian London.
Aksi tersebut berlangsung hingga malam hari, bahkan beberapa dari mereka rela menginap. Terpantau ada sekitar 70 tenda peserta demo yang dipasang di kaki tangga Katedral St Paul.
Red: Jaka
Summber: guardian











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...