Brigjen Badan Intelijen Irak Ditembak Mati Sekelompok Pria Tak Dikenal
Baghdad (SI ONLINE) - Brigadir jendral badan intelijen dan letnan kolonel kementerian dalam negeri Irak ditembak mati oleh sekelompok pria tak dikenal pada Sabtu (15/10/2011).
Menurut para pejabat keamanan Irak, peristiwa tersebut berlangsung cepat dan pelaku menggunakan senjata berperedam suara.
"Orang-orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata berperedam membunuh seorang brigjen badan intelijen, Abdul Razzaq Khalaf," kata seorang pejabat kementerian dalam negeri yang tidak bersedia namanya disebutkan.
Menurut pejabat tersebut, serangan itu terjadi ketika Khalaf sedang naik mobil di daerah Jamiyah Baghdad barat. Khalaf, kata dia, ditembak dua kali di kepala.
Masih menurut pejabat tersebut, dalam sebuah serangan terpisah, beberapa orang bersenjata yang juga menggunakan senjata berperedam, menewaskan Letkol kementeran dalam negeri Saad Mohsen Alwan di Shuala, Baghdad utara.
Serangan-serangan itu terjadi pada Sabtu pagi, kata satu sumber militer yang juga tidak bersedia namanya disebutkan. Sejauh ini, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut dan penyelidikan sedang dilakukan.
Kendati pun aksi kekerasan menurun di seluruh negara itu sejak mencapai puncaknya tahun 2006 dan 2007, serangan-serangan masih tetap saja terjadi. Sejumlah 185 warga Irak tewas akibat aksi kekerasan selama September, kata data resmi.
Red: Jaka
Sumber: xinhua/pelita
Menurut para pejabat keamanan Irak, peristiwa tersebut berlangsung cepat dan pelaku menggunakan senjata berperedam suara.
"Orang-orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata berperedam membunuh seorang brigjen badan intelijen, Abdul Razzaq Khalaf," kata seorang pejabat kementerian dalam negeri yang tidak bersedia namanya disebutkan.
Menurut pejabat tersebut, serangan itu terjadi ketika Khalaf sedang naik mobil di daerah Jamiyah Baghdad barat. Khalaf, kata dia, ditembak dua kali di kepala.
Masih menurut pejabat tersebut, dalam sebuah serangan terpisah, beberapa orang bersenjata yang juga menggunakan senjata berperedam, menewaskan Letkol kementeran dalam negeri Saad Mohsen Alwan di Shuala, Baghdad utara.
Serangan-serangan itu terjadi pada Sabtu pagi, kata satu sumber militer yang juga tidak bersedia namanya disebutkan. Sejauh ini, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut dan penyelidikan sedang dilakukan.
Kendati pun aksi kekerasan menurun di seluruh negara itu sejak mencapai puncaknya tahun 2006 dan 2007, serangan-serangan masih tetap saja terjadi. Sejumlah 185 warga Irak tewas akibat aksi kekerasan selama September, kata data resmi.
Red: Jaka
Sumber: xinhua/pelita











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...