Bingung Cari Alsan Untuk Beri Sanksi, AS Desak PBB Rilis Data Rahasia Eksperimen Nuklir Iran
Washington (SI ONLINE) - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mendesak inspektur nuklir PBB untuk merilis data rahasia intelijen yang menunjukkan bahwa Iran mendesain dan melakukan eksperimen teknologi persenjataan nuklir.
Hal ini dilakukan Obama karena kebingungan untuk mencari alasan yang dinilai logis dan tepat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran.
Langkah Obama ini sebagai tindak lanjut untuk membujuk dunia internasional mengisolasi Iran setelah sebelumnya Iran juga dituduh melakukan rencana pembunuhan terhadap Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat.
Jika lembaga tersebut setuju memaparkan data tersebut, termasuk data baru yang didapat sebulan terakhir, hampir dipastikan agresifitas Amerika dan sekutu-sekutunya, termasuk Israel, yang ingin menghentikan program senjata Iran kembali bangkit.
Amerika masih percaya bahwa Iran masih memiliki rencana mengembangkan senjata nuklir meski Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) belum memastikannya secara resmi.
"Iran berusaha menyembunyikan aktivitas pengayaan uranium selama bertahun-tahun di fasilitas tersembunyi di Qum yang pernah diungkap presiden pada 2009. Mereka terus melakukan pengayaan hingga 20 persen, namun alasan yang diberikan sangat tidak rasional," ujar salah satu penasehat Obama seperti dilansir The New York Times, Minggu (16/10/2011).
Iran memang sudah memastikan akan meningkatkan pengayaan uranium hingga 20 persen, jumlah yang disebut-sebut hampir memadai untuk menciptakan senjata nuklir. Namun, Iran berdalih, pengayaan uranium itu untuk membangun reaktor penelitian medis kecil.
Red: Jaka
Sumber: thenewyorktimes
Hal ini dilakukan Obama karena kebingungan untuk mencari alasan yang dinilai logis dan tepat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran.
Langkah Obama ini sebagai tindak lanjut untuk membujuk dunia internasional mengisolasi Iran setelah sebelumnya Iran juga dituduh melakukan rencana pembunuhan terhadap Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat.
Jika lembaga tersebut setuju memaparkan data tersebut, termasuk data baru yang didapat sebulan terakhir, hampir dipastikan agresifitas Amerika dan sekutu-sekutunya, termasuk Israel, yang ingin menghentikan program senjata Iran kembali bangkit.
Amerika masih percaya bahwa Iran masih memiliki rencana mengembangkan senjata nuklir meski Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) belum memastikannya secara resmi.
"Iran berusaha menyembunyikan aktivitas pengayaan uranium selama bertahun-tahun di fasilitas tersembunyi di Qum yang pernah diungkap presiden pada 2009. Mereka terus melakukan pengayaan hingga 20 persen, namun alasan yang diberikan sangat tidak rasional," ujar salah satu penasehat Obama seperti dilansir The New York Times, Minggu (16/10/2011).
Iran memang sudah memastikan akan meningkatkan pengayaan uranium hingga 20 persen, jumlah yang disebut-sebut hampir memadai untuk menciptakan senjata nuklir. Namun, Iran berdalih, pengayaan uranium itu untuk membangun reaktor penelitian medis kecil.
Red: Jaka
Sumber: thenewyorktimes











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...