Gilad Shalit Akan Tuntut Para Pemimpin Israel
Gaza (SI ONLINE) - Prajurit Israel yang ditawan oleh Hamas, Gilad Shalith berencana akan menuntut para pemimpin Zionis Israel setelah dibebaskan nanti karena selama 5 tahun ia dibiarkan ditawan oleh Hamas dan selama itu pihak Israel tidak berusaha untuk membebaskan dirinya.
"Saya akan menuntut para pemimpin Israel yang tidak berbuat apa-apa untuk membebaskan saya, dan saya akan maju ke persidangan melawan mereka para pemimpin Israel yang menjadikan kasus saya sebagai obyek politik untuk memenangkan pemilu partai mereka," ujar Shalit geram.
Shalith menegaskan bahwa Ia akan membuat list para pemimpin Israel yang akan diajukannya ke mahkamah, termasuk diantaranya Ehud Olmert, mantan PM. Israel, Mofaz dan Barak, Mantan Menlu, Tzipi Livni dan pemimpin intelijen (Shabak).
Selain itu, Shalit juga akan meminta kompensasi dari para tentara Israel yang kala itu meninggalkannya sendirian di Jalur Gaza. Ia menegaskan akan menuntut mereka semua karena telah membiarkannya berada dalam bahaya dan beresiko dalam kematian ketika perang terhadap Gaza berlangsung.
Gilad Shalit, Kopral muda tertangkap oleh militan Palestina di terowongan dekat jalan keluar dari Gaza. Saat itu, ia berusia 19 tahun dan memulai wajib militernya selama tiga tahun.
Shalit, yang juga memegang kewarganegaraan Prancis, terakhir kali terlihat dalam sebuah rekaman video yang dirilis oleh para penculiknya pada September 2009.
Red: Jaka
Sumber: knpr
"Saya akan menuntut para pemimpin Israel yang tidak berbuat apa-apa untuk membebaskan saya, dan saya akan maju ke persidangan melawan mereka para pemimpin Israel yang menjadikan kasus saya sebagai obyek politik untuk memenangkan pemilu partai mereka," ujar Shalit geram.
Shalith menegaskan bahwa Ia akan membuat list para pemimpin Israel yang akan diajukannya ke mahkamah, termasuk diantaranya Ehud Olmert, mantan PM. Israel, Mofaz dan Barak, Mantan Menlu, Tzipi Livni dan pemimpin intelijen (Shabak).
Selain itu, Shalit juga akan meminta kompensasi dari para tentara Israel yang kala itu meninggalkannya sendirian di Jalur Gaza. Ia menegaskan akan menuntut mereka semua karena telah membiarkannya berada dalam bahaya dan beresiko dalam kematian ketika perang terhadap Gaza berlangsung.
Gilad Shalit, Kopral muda tertangkap oleh militan Palestina di terowongan dekat jalan keluar dari Gaza. Saat itu, ia berusia 19 tahun dan memulai wajib militernya selama tiga tahun.
Shalit, yang juga memegang kewarganegaraan Prancis, terakhir kali terlihat dalam sebuah rekaman video yang dirilis oleh para penculiknya pada September 2009.
Red: Jaka
Sumber: knpr











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...