Amnesty International: Tahanan Loyalis Khadafi Alami Penyiksaan
Brussel (SI ONLINE) - Laporan Amnesty International membeberkan fakta bahwa para tahanan yang loyal kepada Muamar Khadafi mengalami penyiksaan dan penganiayaan.
Amnesty Internasional mendesak Dewan Transisi Libya untuk menghentikan penahanan tanpa diadili terlebih dahulu dan pelanggaran terhadap para tahanan tersebut.
Amnesty International mendesak Dewan Transisi Libya melaksanakan komitmen mereka untuk menghormati Hak Asasi Manusia ke dalam tindakan mereka sebelum penyiksaan tahanan tersebut masuk dalam catatan pelanggaran hak asasi manusia di Libya yang baru.
Organisasi ini juga meminta otoritas transisi menjadikan semua penjara dan pusat penahanan di bawah pengawasan Departemen Kehakiman dan memberikan kesempatan kepada para tahanan untuk memberikan pembelaan hukum terhadap penahanan mereka.
Laporan Amnesty international mengklaim menemukan bukti penyiksaan dan penganiayaan terhadap ribuan tahanan dalam beberapa bulan terakhir.
Organisasi ini menambahkan bahwa para imigran Afrika khususnya menjadi sasaran penganiayaan karena mereka diduga bertempur sebagai tentara bayaran dalam jajaran pasukan Khadafi.
Laporan tersebut diterbitkan dengan judul "pelanggaran dari penjara menodai reputasi Libya baru", disiapkan setelah wawancara dengan sekitar 300 tahanan selama bulan Agustus dan September 2011.
Laporan ini berbicara tentang penyiksaan sistematis terhadap mereka yang diduga sebagai pendukung Khadafi atau tentaranya atau dicurigai sebagai tentara bayaran. Penyiksaan dilakukan untuk memaksa para tahanan mengakui perbuatannya atau sebagai hukuman.
Delegasi Organisasi telah menemukan alat penyiksaan di salah satu pusat penahanan, mendengar suara cambuk kulit dan jeritan di penjara lainnya.
Laporan itu mengatakan bahwa dua dari penjaga penjara mengaku untuk memukuli tahanan untuk memperoleh pengakuan.
Dalam kasus lain, seorang tahanan bernama Chad (usia 17 tahun) yang dituduh melakukan pemerkosaan dan sebagai tentara bayaranKhadafi, mengatakan kepada delegasi Amnesty International bahwa ia dipukuli dan dipaksa untuk mengakui tuduhan terhadap dirinya.
Tahanan itu mengatakan "akhirnya saya memberitahu apa yang mereka inginkan, saya terpaksa mengaku telah memperkosa seorang wanita dan membunuh warga Libya."
Organisasi juga menuduh pasukan Dewan Transisi telah menangkap 2.500 orang di ibukota Tripoli dan daerah sekitarnya, sebagian besar tanpa surat perintah penangkapan resmi.
Red: Jaka
Sumber: bbc
Amnesty Internasional mendesak Dewan Transisi Libya untuk menghentikan penahanan tanpa diadili terlebih dahulu dan pelanggaran terhadap para tahanan tersebut.
Amnesty International mendesak Dewan Transisi Libya melaksanakan komitmen mereka untuk menghormati Hak Asasi Manusia ke dalam tindakan mereka sebelum penyiksaan tahanan tersebut masuk dalam catatan pelanggaran hak asasi manusia di Libya yang baru.
Organisasi ini juga meminta otoritas transisi menjadikan semua penjara dan pusat penahanan di bawah pengawasan Departemen Kehakiman dan memberikan kesempatan kepada para tahanan untuk memberikan pembelaan hukum terhadap penahanan mereka.
Laporan Amnesty international mengklaim menemukan bukti penyiksaan dan penganiayaan terhadap ribuan tahanan dalam beberapa bulan terakhir.
Organisasi ini menambahkan bahwa para imigran Afrika khususnya menjadi sasaran penganiayaan karena mereka diduga bertempur sebagai tentara bayaran dalam jajaran pasukan Khadafi.
Laporan tersebut diterbitkan dengan judul "pelanggaran dari penjara menodai reputasi Libya baru", disiapkan setelah wawancara dengan sekitar 300 tahanan selama bulan Agustus dan September 2011.
Laporan ini berbicara tentang penyiksaan sistematis terhadap mereka yang diduga sebagai pendukung Khadafi atau tentaranya atau dicurigai sebagai tentara bayaran. Penyiksaan dilakukan untuk memaksa para tahanan mengakui perbuatannya atau sebagai hukuman.
Delegasi Organisasi telah menemukan alat penyiksaan di salah satu pusat penahanan, mendengar suara cambuk kulit dan jeritan di penjara lainnya.
Laporan itu mengatakan bahwa dua dari penjaga penjara mengaku untuk memukuli tahanan untuk memperoleh pengakuan.
Dalam kasus lain, seorang tahanan bernama Chad (usia 17 tahun) yang dituduh melakukan pemerkosaan dan sebagai tentara bayaranKhadafi, mengatakan kepada delegasi Amnesty International bahwa ia dipukuli dan dipaksa untuk mengakui tuduhan terhadap dirinya.
Tahanan itu mengatakan "akhirnya saya memberitahu apa yang mereka inginkan, saya terpaksa mengaku telah memperkosa seorang wanita dan membunuh warga Libya."
Organisasi juga menuduh pasukan Dewan Transisi telah menangkap 2.500 orang di ibukota Tripoli dan daerah sekitarnya, sebagian besar tanpa surat perintah penangkapan resmi.
Red: Jaka
Sumber: bbc











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...