Menjelang Ramadhan, Polisi Dubai Peringatkan Pengemis Asia
Dubai (SI ONLINE) - Menjelang Ramadhan Migrasi dan Pengemis dadakan tidak hanya muncul di Indonesia. Di Dubai, Uni Emirat Arab Polisi setempat telah memperingatkan masyarakat tentang pengemis dadakan yang biasanya berkeliaran di jalan-jalan dan mengunjungi rumah pada bulan suci Ramadhan.
Kolonel Humaid Saleh, Kepala Polisi di Departemen Investigasi Kriminal, mendesak anggota masyarakat untuk tidak bekerja sama dengan para pengemis. Dia mengatakan beberapa orang menjadi mengemis sebagai pekerjaan - bukan karena mereka sangat membutuhkan uang - karena mereka mengeksploitasi simpati rakyat dengan mengutip kisah sedih palsu.
Pengemis yang ditangkap selama beberapa tahun terakhir sebagian besar berasal dari Asia dan beberapa orang Arab yang datang dari luar negeri untuk meminta uang.
"Badan-badan keamanan tahu bahwa sebagian besar pengemis yang ditangkap merupakan pengemis dadakan, bukan karena mereka sangat membutuhkan bantuan atau uang, tetapi karena mereka percaya bahwa itu menghasilkan pendapatan yang besar yang itu tidak dapat diperoleh dengan cara atau profesi lain, "kata Kolonel Humaid.
"Beberapa pemberi sedekah menolak untuk memberikan bahkan dirham kepada anak-anak mereka bahkan ketika mereka benar-benar membutuhkannya, tetapi memberikan uang kepada pengemis."
Menurut Kolonel Mohammad Rashid Al Muhairi, Direktur Departemen Keamanan Pariwisata (CID), dan Kepala Tim Anti-Mengemis, mengatakan ada banyak metode dan skema penipuan yang pengemis lakukan dalam rangka untuk mengeksploitasi orang dan simpati mereka untuk mendapatkan uang dan membantu.
Mereka membawa kertas palsu dan mengklaim mereka dinonaktifkan, atau membawa faktur palsu dengan yang mereka klaim mereka membutuhkan uang untuk membeli obat atau membayar taksi atau membangun masjid di negara asal mereka.
Al Muhairi mengatakan nomor polisi bebas pulsa telah menerima 224 laporan tentang modus pengemis tahun lalu.
Red: Jaka
Sumber: khaleejtimes
Last Updated (Saturday, 09 July 2011 17:55)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...