Israel Gunakan Peluru Tajam Tembaki Demonstran Suriah
Golan (SI ONLINE) - Pasukan Zionis Israel menembaki ratusan demonstran Suriah dengan peluru tajam, menewaskan 22 orang dan mencederai puluhan demonstran lain.
Peristiwa itu berlangsung di Dataran Tinggi Golan, Minggu (5/6/2011) ketika ratusan warga Suriah dan para pengungsi Palestina memprotes Hari Naksa yang menandai perampasan kawasan Baitul Maqdis timur, Tepi Barat Sungai Jordan, dan Jalur Gaza, oleh Israel selama Perang Enam Hari tahun 1967.
Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa batu dan bendera Palestina untuk menghadapi pasukan Israel.
Ghayath Awad, seorang demonstran yang terkena tembakan peluru tajam memaparkan, "Kami saat itu berupaya memotong kawat berduri saat pasukan Israel mulai melepaskan tembakan langsung ke arah kami." Gayath tertembak di bagian pinggul dan telah dirawat di rumah sakit terdekat.
Sementara itu, di Jordania, demonstrasi yang sama juga digelar untuk menandai 44 tahun pencaplokan Baitul Maqdis oleh Israel. Di Tepi Barat Sungai Jordan, militer Israel menembakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Demonstrasi juga terjadi di Dataran Tinggi Golan, militer Israel menggunakan peluru tajam untuk membubarkan para pengungsi Palestina yang berdemo di dekat perbatasan antara Israel dan Suriah.
Ribuan pengunjuk rasa Suriah dan Palestina menggelar aksi mogok masal di Dataran Tinggi Golan setelah pasukan Israel menewaskan puluhan orang dalam demonstrasi sebelumnya. Bagi Suriah, Golan merupakan bagian dari kedaulatan mereka yang selama 44 tahun terakhir dijajah Israel.
Red: Jaka
Sumber: presstv
Comments (3)
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...