Sayyed Hassan Nasrallah: Janji Obama Terbukti Bohong
Pemimpin gerakan Hizbullah Libanon Sayyed Hassan Nasrallah menyatakan janji Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menjalin hubungan dengan Muslim terbukti bohong.
Sebaliknya, Hassan Nasrallah mengatakan Amerika malah menunjukkan komitmennya ke Israel. Buktinya, AS malah mengirimkan bantuan militer lebih banyak dan tidak menuntut penghentian pemukiman Tepi Barat.
Dia mengatakan, dunia Arab tidak bisa tergantung kepada Amerika untuk menyelesaikan masalahnya karena Amerika justru menyebabkan masalah itu.
Bulan Juni yang lalu, Obama menyerukan "awal baru" antara Amerika Serikat dan Muslim.
Atas pernyataannya ini, para wartawan mengatakan, pidato Nasrallah merupakan kritik paling keras terhadap Presiden Amerika Serikat.
"Beberapa bulan lalu, ketika Barack Obama terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat dan pemerintah baru Amerika, muncul banyak harapan dan keyakinan bahwa perubahan besar akan terjadi menguntungkan dunia Arab dan Islam," ujar Nasrallah seperti dikutip televisi Hizbullah, Al Manar.
Namun, kata Nasrallah, kebenaran terungkap cepat dan semua ilusi ini tidak benar. Akibatnya malah komitmen penuh Amerika terhadap kepentingan dan keamanan Israel tidak memedulikan martabat dan perasaan masyarakat dan pemerintah Arab dan Muslim, lanjut Nasrallah.
Dia menambahkan, "Kami katakan kepada mereka yang mengatakan untuk memberikan waktu kepada Amerika namun adanya presiden berkulit hitam dari dunia ketiga merupakan tipuan yang berakhir lebih cepat dari perkiraan."
Sebelumnya kepala militer Israel mengatakan, Hizbullah saat ini telah memiliki roket yang bisa menjangkau kota-kota besar Israel. (bbc/shodiq)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...