Kondisi Guantanamo “memburuk”
Pada malam itu Barack Obama memenangkan pemilihan presiden 2008, Mohammed el Gharani, 21 tahun, sedang duduk di sebuah sel terpisah di Teluk Guantanamo di Blok Echo dengan keamanan tinggi. Ia mengingat kegembiraan di antara sesama tahanan, mereka seolah melihat masa depan dengan terpilihnya obama sebagai presiden .
"Semua orang sangat penuh harapan; banyak orang mengatakan ia akan mengubah keadaan, bahwa ia akan menutup penjara," ujar Gharani, yang dirilis pada bulan Juni.
"Bahkan para penjaga mengatakan kepada kami bahwa jika ia menang, banyak hal yang akan dilakukan bagi kami."
Namun mereka harus kecewa. Setahun setelah memenangkan pemilihan Obama, ini hanyalah sekedar janji presiden baru. Menutup penjara dan memperbaiki kondisi para tahanan tidak pernah dilakukan oleh militer AS, tahanan percaya bahwa perlakuan mereka akan tetap bahkan akan semakin memburuk di tangannya.
Pihak berwenang di penjara menolak memperlakukan para tawanan dengan baik, tetapi banyaknya wawancara dengan bekas tahanan, surat-surat dari tahanan saat ini dan kesaksian dari ahli medis independen yang telah mengunjungi penjara melukiskan bahwa mereka mengalami gangguan baik secara psikologis dan fisik, sangat bertentangan dengan retorika di Gedung Putih.
Sementara itu kondisinya tetap sama seperti masa-masa awal penjara, ketika tahanan itu mengalami "peningkatan interogasi" melakukan teknik-teknik yang kini secara luas dianggap sebagai penyiksaan, tahanan mengatakan sehari-hari kehidupan di Guantanamo telah menjadi lebih keras di bawah tangan Obama.
Beberapa hari setelah pelantikan Obama dan kemudian pengumuman bahwa ia akan menutup Guantanamo, tahanan mengatakan pemerintah memperkenalkan peraturan baru dan mencabut hak-hak istimewa di penjara.
"Mereka mengambil jatah waktu luang bagi tahanan, yang merupakan satu-satunya waktu kami melihat siapa pun," ingat Gharani.
"Mereka mengambil buku-buku kami dari perpustakaan. Mereka bahkan menyemprotan merica ke dalam sel, sementara aku sedang tidur, sehingga aku bangun tak bisa bernapas."
Gharani mengatakan ia dipukuli begitu parah oleh penjaga bahwa ia masih menderita sakit hari ini.
Aturan yang memalukan
Al Jazeera telah memperoleh surat-surat yang ditulis oleh mereka yang saat ini sedang ditahan di Guantanamo dan menceritakan kisah yang sama. Dalam satu tulisan pada bulan Maret, seorang tahanan telah meminta agar ia tetap disamarkan identitasnya karena takut, ia juga mengatakan menulis untuk "menggambarkan seberapa kondisi kita di dalam tahanan Guantanamo telah memburuk" sejak Obama menjabat.
"Saya di dalam sel yang sama, mengenakan seragam yang sama, makan makanan yang sama, tetapi diperlakukan jauh lebih buruk dibandingkan dengan pertengahan 2008," tulis seorang tahanan . "Kami tidak dapat memahami tujuan kebijakan juga larangan yang di terapkan."
Menurut surat itu, pihak berwenang penjara melakukan " hukuman yang memalukan " pada narapidana dan tahanan sengaja merusak mental dan fisik.
"Situasi ini memburuk dengan kedatangan manajemen yang baru," tahanan menulis, mencatat, seperti Gharani, bahwa aturan baru diberlakukan pada bulan Januari tahun ini. "tidak sesuai dengan standar terendah hidup manusia".
Secara terpisah, dua tahanan telah mengeluh kepada pengacara mereka bahwa barang-barang mereka, termasuk tempat tidur mereka, dipindahkan dari sel mereka beberapa kali tanpa alasan. Setiap kali, mereka diberitahu bahwa penyitaan adalah "kesalahan," dan barang dikembalikan, namun nanti akan disita lagi.
Lebih mengkhawatirkan, dua tahanan yang sama mengatakan bahwa selama bulan suci Ramadhan, waktu luang mereka dipindahkan untuk mencegah mereka melakukan ibadah secara berjamaah.
Menggunakan agama untuk menghukum tahanan adalah ilegal menurut hukum internasional. Pihak berwenang di Guantanamo menolak tahanan mempraktikkan agama mereka, meskipun mereka mengakui bahwa kadang-kadang luang mereka beberapa kali dipindahkan "karena kebutuhan operasional", kilahnya.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC), yang memonitor perlakuan tahanan di Guantanamo, menolak berkomentar mengenai dugaan tertentu di penjara, tetapi mengatakan bahwa ia mengakui efek kumulatif tingkat rendah dapat pelecehan terhadap kesejahteraan para tahanan secara umum ada.
jurubicara ICRC Simon Schorno mengatakan “dalam beberapa kasus penyiksaan memang dilakukan.”(aljazeera/mj)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...