Lakukan Spionase, Rusia Usir Atase Israel
Yerussalem (SI ONLINE) - Beberapa pejabat Israel pada Rabu (18/5/2011) menyebutkan bahwa Rusia telah mengusir atase militernya dari kedutaan besar di Moskow dengan tuduhan melakukan mata-mata.
Para Pejabat mengatakan, Kolonel Vadim Leiderman telah kembali ke Isreal akhir pekan kemarin, setelah ditangkap oleh pejabat Rusia pada Kamis lalu (12/5/2011). Leiderman kemudian diinterogasi menyusul aksinya yang terlibat kegiatan spionase. Ia diberi waktu 48 jam untuk segera meninggalkan Moskow.
Televisi Saluran 1 milik negara Israel mengatakan Rusia telah membebaskannya tanpa ada dakwaan, karena terkait kekebalan diplomatik yang dimilkinya. Ia diduga oleh Rusia telah menemui sejumlah warga setempat.
"Ia telah ditangkap untuk ditanyai di Moskow sekitar 10 hari lalu, polisi menanyakan padanya beberapa pertanyaan. Karena kekebalan diplomatiknya, mereka tidak dapat berbuat lebih banyak, tapi ia diminta untuk meninggalkan negara itu dengan segera dan ia telah melakukannya," televisi itu menambahkan.
Sementara itu militer Israel mengklaim bahwa Leiderman telah menjadi obyek pemeriksaan menyeluruh dan tuduhan spionase yang tidak berdasar.
"Beberapa hari terakhir terlihat kerja keras Tel Aviv untuk meredakan Moskow dan menghentikan insiden diplomatik dari eskalasi lebih lanjut, namun Rusia tampaknya bersikukuh untuk menyelesaikan semua tindakan hukum terhadap kasus pengusiran itu," situs Ynetnews melaporkan.
Israel memiliki kepentingan politik dan keamanan yang besar di Rusia dan sekarang terpaksa harus berkonsentrasi pada memperbaiki hubungan yang akan rusak.
Red: Jaka
Sumber: presstv/antara
Last Updated (Thursday, 19 May 2011 17:21)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...