AS Tidak Akan Veto Pengakuan Berdirinya Negara Palestina?
Washington (SI ONLINE) - Amerika Serikat tampaknya tidak akan menggunakan hak vetonya dalam pengakuan berdirinya Negara Palestina oleh PBB ketika Majelis Umum PBB menggelar sidang pada musim gugur, september tahun ini.
Mantan Duta Besar Israel untuk PBB, Gabriela Shalev mengatakan, Amerika Serikat tidak tertarik untuk memveto kemungkinan pengakuan PBB terhadap negara Palestina.
"AS tidak tertarik untuk memveto pengakuan PBB terhadap sebuah negara Palestina," ungkapnya seperti dikutip harian Israel, Haaretz pada Selasa (17/5/2011).
Shalev menjelaskan bahwa PBB pada saat ini merupakan podium utama untuk melakukan kegiatan terhadap Israel, sementara status Israel di badan dunia saat ini berada pada level terendah sepanjang sejarah. "Israel tidak memiliki kesempatan untuk berurusan dengan gerakan rakyat Palestina di Majelis Umum PBB," ungkapnya.
Sebelumnya, pernyataan yang serupa juga dikeluarkan oleh mantan Dubes AS untuk Israel, Martin Indyk. Indyk menyatakan bahwa AS dapat saja memberikan hak vetonya terhadap berdirinya negara Palestina, tetapi tampaknya AS tidak akan menggunakannya.
"Pertanyaan sebenarnya adalah untuk menemukan cara agar dapat kembali ke meja perundingan dan merekomendasikan bahwa Israel mengakui negara Palestina di perbatasan 1967," ujarnya.
Niat Amerika akan mengakui berdirinya negara Palestina merdeka ini sudah lama terdengar dari gedung putih. Obama dikabarkan telah benar-benar kehilangan kepercayaan kepada Netanyahu dikarenakan Netanyahu menolak menarik diri dari Tepi Barat.
Bahkan harian Israel, Yediot Ahronot memberitakan bahwa Presiden AS, Barack Obama telah mengumumkan keputusan untuk mengakui pembentukan negara Palestina di perbatasan tahun 1967, dan AS akan memberikan suara seperti itu di PBB.
Red: Jaka
Sumber: eutimes/jpost/rimanews











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...