Perketat Pemeriksaan, Israel Dirikan Pos Militer Baru di Tepi Barat
Tepi Barat (SI ONLINE) - Tentara Zionis Israel kembali memberlakukan prosedur pemeriksaan militer sangat ketat di pos-pos perlintasan militer di wilayah tengah dan utara Tepi Barat. Hal ini mulai berlaku sejak Minggu siang (24/4/2011). Pemberlakuan prosedur pemeriksaan ini mempersulit aktivitas perjalanan warga Palestina.
Pasukan penjajah Zionis Israel mendirikan pos pemeriksaan militer baru di jalan Jenin – Nablus di gerbang desa Araba. Selain itu, Pasukan militer Zionis Israel juga ada di pos pelintasan militer Athara di utara kota Ramallah.
Di pos pemeriksaan, serdadu Israel langsung menghentikan kendaraan, memeriksa dan mengecek identitas para penumpang. Banyak warga mengeluhkan hal tersebut.
Hal ini mengganggu perjalanan ratusan warga Palestina dan menyebabkan tertahannya kendaraan-kendaraan sehingga terjadi kemacetan lalu lintas yang luar biasa dan antrian kendaraan yang menunggu untuk lewat.
Pasukan penjajah Zionis Israel juga memperketat prosedur di pos pelintasan Hawara di selatan Nablus karena adanya gerakan kaum pemukim pendatang Zionis di daerah tersebut pasca peristiwa tewasnya seorang pemukim Zionis saat berusaha masuk ke makam Yusuf di kota Nablus.
Para pengendara mobil angkutan umum menyebutkan pasukan penjajah Zionis Israel menutup jalan persimpangan Itamar yang menghubungkan wiayah utara Tepi Barat dengan Ramallah dan melarang warga Palestina lewat jalan tersebut. Hal ini memaksa warga untuk mencari jalan alternatif.
Pasukan militer Zionis Israel juga menghentikan kendaraan-kendaraan Palestina di pos pelintasan Shafi Shomron antara Jenin dan Nablus. Mereka memeriksa ketat identitas para penumpang.
Red: Jaka
Sumber: PIC











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...