Israel Umumkan Gencatan Senjata, Karena Takut Investor Lari
Tel Aviv (SI ONLINE) - Israel mengumumkan gencatan senjata terhadap pihak Hamas pada hari Minggu lalu (10/4/2011). Israel mengklaim penghentian ini disebabkan usulan gencatan senjata dari kelompok Palestina.
Situs Palestine Today menulis, para pejabat Zionis mengklaim kelompok Palestina mengusulkan gencatan senjata, karena sistem anti rudal Israel berhasil menangkal seluruh serangan roket Palestina.
Padahal realitasnya, kelompok Palestina tidak pernah mengusulkan gencatan senjata sebagaimana diklaim Tel Aviv. Sistem pertahanan Iron Dome milik Israel pun terbukti gagal, dari ratusan roket yang dilancarkan pihak Hamas, hanya empat roket yang berhasil dilumpuhkan, yaitu roket yang mengarah ke wilayah Israel di Ashkelon, sekitar 14 kilometer Sebelah Utara perbatasan Gaza.
Sumber-sumber Israel mengakui, para pejuang Palestina berhasil menembakkan lebih dari 60 roket dan mortir ke arah pendudukan Israel di Gaza. Dampak dari serangan roket-roket Palestina ini, lebih dari satu juta warga Israel harus melewati satu malamnya di bunker-bunker karena takut akan serangan roket-roket para pejuang Palestina.
Alasan Israel tersebut dinilai sebagai sebuah kebohongan publik oleh pakar militer dan ekonomi Israel. Pakar Militer dan Ekonomi yang tidak mau disebutkan namanya itu menilai anjloknya pendapatan sektor pariwisata dan masalah ekonomi yang membelit Israel sebagai pemicu utama penghentian serangan brutal itu.
Ia berkeyakinan bahwa Invasi militer Israel ke Jalur Gaza menyebabkan meningkatnya serangan roket balasan dari Palestina, yang berdampak larinya investor, sekaligus memicu kekacauan iklim investasi yang memukul perekonomian Israel.
Sementara itu, Dewan Permukiman Zionis mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Peperangan, Ehud Barak menghentikan serangan ke Jalur Gaza, karena mengkawatirkan meningkatnya serangan roket Palestina.
Red: Jaka
Sumber: irib/palestinetoday











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...