Senat AS: Pembakaran Al-Qur'an Membahayakan Militer dan Warga AS
Washington (SI ONLINE) - Wakil Rakyat AS Kecam Keras Pembakaran Al-Qur'an oleh pendeta Kristen radikal AS Terry Jones. Dalam berbagai kesempatan dan wawancara di berbagai stasiun TV pada Minggu (3/4/2011), para anggota senat menyatakan kecaman mereka terhadap Terry Jones dan meminta Terry Jones bertanggung jawab atas perbuatannya.
Anggota Senator Fraksi Demokrat, Richard Durbin dalam acara Meet the Press, di televisi NBC meminta rakyat Amerika agar menggunakan kebebasan berekspresi, hak yang dilindungi konstitusi, dengan cara yang bertanggung jawab dan dipikirkan secara masak.
"Saya paham apa isi Amandemen Pertama Konstitusi, hak-hak yang diberikan kepada warga Amerika terkait dengan kebebasan berbicara dan menganut agama" ucap Durbin.
Durbin menambahkan, "namun, saya ingin tekankan bahwa pendeta ini dengan tindakannya membakar al-Qur’an, membahayakan tentara Amerika dan banyak orang yang tidak bersalah. Adalah saatnya bagi dia mengambil tanggung jawab sebagai warga Amerika untuk membantu tentara kita agar aman."
Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Senator Fraksi Republik Lindsey Graham, ia mengingatkan masyarakat AS bahwa hak unuk kebebasan selalu disertai dengan tanggung jawab.
Lindsey mengatakan, "saya harap kita bisa mencari jalan untuk meminta pertanggungjawaban tindakan itu. Kebebasan bicara adalah ide besar, tetapi kita saat ini sedang berperang".
"Dalam Perang Dunia Kedua, ada batas-batas atas apa yang dapat kita katakan apabila itu menyangkut musuh. Jadi, membakar al-Qur’an adalah hal buruk, tetapi itu tidak dapat menjadi alasan untuk membunuh. Membakar Injil adalah hal buruk, tetapi itu juga tidak menjadi dasar untuk membunuh," tambahnya.
Sementara itu, Ketua mayoritas Senat Harry Reid mengecam keras aksi pembakaran Al-Qur'an yang dilakukan Terry Jones. Reid mengatakan, "ekstremisme agama dalam segala bentuknya adalah salah. Kematian yang disebabkannya sudah pasti salah. Saya sangat kecewa dengan orang yang memutuskan melakukan hal ini (membakar Al-Qur'an). Menurut saya, orang harus paham akan akibat yang ditimbulkan tindakan yang mengatasnamakan agama.”
Terry Jones dan anak buahnya Pendeta Wayne Sapp, membakar Al Qur'an, di sebuah gereja kecil di Florida pada Minggu (20/03/2011) lalu.
Red: Jaka
Sumber: voa
Comments (1)
-
|2011-04-04 12:16:10 BUMI
AS DAN RAKYATNYA ADALAH NEGARA PROVOKATOR, YG SUKA MELAKUKAN TINDAKAN PROVOKATIF, YG SUKA MEMANCING KEMARAHAN UMAT LAINNYA...AS JUGA NEGARA TEROR, YG SUKA MENEROR UMAT ISLAM UNTUK MENJALANKAN KEYAKINANNYA DI NEGARA AS, TINDAKAN WARGAAS ADALAH TIDAKAN TEROR DAN DISKRIMINATIF..............
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...