HAMAS: Penguasa Turut Nistakan Bangsa Palestina
(SI ONLINE)- Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyebut publikasi dokumen-dokumen yang memperlihatkan pengkhianatan di balik perundingan damai sebagai bukti adanya kerjasama penguasa Palestina dengan Rezim Zionis Israel. Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan, dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa penguasa Palestina bukan hanya tak memikirkan nasib bangsa Palestina tapi juga ikut terlibat dalam menistakan hak bangsa ini.
Terbukti bahwa penguasa saat ini justeru bergerak ke arah penghapusan cita-cita bangsa Palestina.Abu Zuhri menambahkan, menutup mata dari Quds dan hak kepulangan para pengungsi ke Palestina, bekerjasama dengan rezim pendudukan dalam menumpas gerakan perjuangan, mengiringi Israel dalam kebijakannya memblokade Gaza dan menginvasi kawasan ini pada perang 22 hari, hanyalah sebagian kecil dari pengkhianatan yang dilakukan penguasa Palestina.
Beberapa waktu lalu, berbagai media massa dan kalangan politik mempublikasikan sejumlah dokumen yang menunjukkan bahwa pemerintah Palestina memberikan banyak sekali konsesi kepada Rezim Zionis Israel terkait al-Quds dan hak kepulangan para pengungsi. Tentu saja publikasi dokumen-dokumen ini semakin menguatkan prediksi sejumlah kalangan akan pengkhianatan yang sudah dilakukan kubu PLO sejak beberapa tahun ini.
Sejak pertama kali masalah perundingan damai digulirkan pada dekade 90-an, nampak adanya tanda-tanda pengkhianatan terhadap cita-cita bangsa Palestina. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang mewakili Palestina dalam perundingan damai, praktis menjadi pihak yang hanya memikirkan cara memenuhi kesenangan AS dan Israel, bukan membela dan memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina. Akibatnya, penistaan terhadap hak-hak bangsa Palestina dan pembantaian terhadap pejuang Palestina justeru kerap dilakukan oleh organisasi yang menguasai pemerintahan otonomi ini.
Pembentukan pemerintahan otonomi sendiri disetujui oleh Rezim Zionis dengan maksud untuk mengubur cita-cita bangsa Palestina mendirikan negara Palestina merdeka. Ini berarti, dengan adanya otorita Palestina Israel bisa bernafas lega, karena tak perlu menguras tenaga menghadapi perjuangan Palestina.
Publikasi sejumlah dokumen yang memperlihatkan pengkhianatan pemeriintah Palestina terhadap bangsa Palestina membuktikan bahwa orang-orang yang duduk di pemerintahan ini hanya memikirkan kepentingan pribadi mereka dan kekuasaan, dan untuk itu mereka siap melakukan apa saja termasuk dengan menistakan hak-hak bangsa Palestina.
Red: Shodiq Ramadhan
Sumber: The Guardian, IRIB











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...