Dokumen Perundingan Palestina–Israel Bocor
Yerusalem (SI ONLINE)- Pengkhianatan penguasa Palestina terhadap umat Islam akhirnya terkuak. Ribuan dokumen rahasia perundingan antara Palestina dan Israel periode 1999-2010 berhasil didapatkan oleh AljAzeera Chanel yang kemudian secara eksklusif dibagikan kepada The Guardian. Tak tanggung-tanggung, dokumen yang dibeberkan berjumlah 1600 buah.
Dokumen yang paling sensitif adalah adanya usul Palestina yang bakal mengijinkan kawasan Yerusalem Timur yang di dalamnya termasuk Masjid al-Aqsa, berada di bawah pengawasan sementara internasional, selagi diupayakan perjanjian permanen. Selain mengenai pencaplokan seluruh Yerusalem Timur, dokumen-dokumen Palestina itu juga memperlihatkan para pemimpin PLO yang diam-diam menukarkan bagian-bagian dari tanah Arab di Jerusalem Timur di Sheikh Jarrah dengan tanah di bagian lain.
Sebagian besar dokumen adalah catatan rahasia, email, proposal dan transkrip verbatim dari ratusan pertemuan antara pejabat Palestina, Israel dan para pemimpin Amerika. Dokumen disusun oleh pejabat unit pendukungan negosiasi Palestina (NSU), yang telah menjadi cadangan teknis utama bagi pihak Palestina dalam negosiasi.
Cakupan dokumen meliputi sejak pertemuan Camp David tahun 2000 sampai pembicaraan pribadi yang melibatkan para politisi, dan pejabat senior Amerika masa pemerintahan Obama, tahun lalu (2010). Secara khusus, mereka menutupi negosiasi terbaru, sebelum dan setelah konferensi Annapolis George Bush pada akhir tahun 2007 sampai perundingan terakhir yang macet karena penolakan Israel untuk membekukan pemukiman di Tepi Barat.
Selain itu The Guardian juga mempublikasikan sejumlah dokumen seperti lemahnya Perunding Palestina Menghadapi Juru runding Israel, derajat kesepakatan rahasia yang ditawarkan para juru runding Palestina, termasuk mengenai masalah yang amat sensitif mengenai hak kepulangan para pengungsi Palestina, kedekatan kerja sama antara pasukan keamanan Israel dan pemerintahan Palestina dan tentang peranan sentral intelijen Inggris dalam menyusun rencana rahasia untuk menghancurkan Hamas di kawasan Palestina.
The Guardian juga membuka dokumen yang menyatakan tentang kelakuan pemimpin pemerintah Palestina yang secara diam-diam memberikan informasi kepada Israel saat pembantaian Gaza tahun 2008-2009.
Reaksi Fatah
Faksi-faksi dalam Pemerintahan Palestina menyampaikan kemarahan setelah jaringan televisi al-Jazeera mengutip apa yang disebutnya sebagai ratusan dokumen yang dibocorkan, yang menunjukkan para perunding Palestina siap memberikan konsesi penting kepada Israel dalam perundingan tahun 2008.
Gerakan Fatah Palestina di Jerusalem termasuk diantara faksi yang marah atas laporan itu. Pemimpinnya Hatem Abdel Khader berbicara lewat radio Palestina pejabat-pejabat Palestina telah menyangkal laporan-laporan itu dan menyerukan penyelidikan independen terhadap dokumen-dokumen itu, yang oleh seorang pejabat senior digambarkan penuh kebohongan.
Ketua perunding Palestina pada waktu itu menduga setidaknya sebagian dari dokumen-dokumen itu direkayasa. Beberapa pemimpin Fatah cenderung menuduh al-Jazeera memiliki agenda anti-PA (Palestinian Authority-Pemerintah Palestina) dengan menerbitkan dokumen bocor, yang mereka yakini akan bermanfaat bagi saingan mereka Hamas.
Hubungan antara al-Jazeera, saluran TV yang paling banyak ditonton di Timur Tengah, dan penguasa Palestina sering menjadi tegang karena pembocoran laporan dianggap oleh pemerintah sebagai permusuhan
Laporan dokumen bocor itu telah menyulut frustrasi yang banyak dirasakan warga Palestina mengenai kegagalan Presiden Mahmoud Abbas untuk mencapai perjanjian mengakhiri pendudukan Israel.
Hamas, kelompok militan saingannya yang menguasai Jalur Gaza, mengatakan dokumen-dokumen yang dikutip oleh program al-Jazeera menunjukkan kepemimpinan di bawah Presiden Abbas telah menyerah kepada Israel.
Rep: Syah Agusdin
Red: Shodiq Ramadhan
Sumber: Guardian/SM/VOAN











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...