Barack Obama Makin Kelimpungan
(SUARA ISLAM ONLINE)-Di tengah meningkatnya tekanan terhadap kebijakan Amerika Serikat terutama kegagalan ekonomi kabinet Gedung Putih, Presiden Barack Obama bertekad meningkatkan kerjasama antara kubu Demokrat dan Republik dan meredakan friksi mengenai anggaran federal dan perbaikan layanan kesehatan yang disponsori Demokrat.
Obama juga berambisi mengurangi defisit anggaran dan menciptakan lapangan kerja baru di Amerika Serikat.
Masalah pengangguran, krisis penyitaan rumah dan perang di Afghanistan, merupakan isu utama yang membuat pemilih mendukung Partai Republik dalam pemilu sela November lalu.
Survei terbaru yang dilakukan Gallup membuktikan sekitar 70 persen warga Amerika percaya Obama belum berhasil membawa perubahan, yang merupakan tema sentral kampanye pemilihannya pada tahun 2008.
Sebuah survei yang dirilis pada pertengahan Oktober 2010 oleh Gallup juga menunjukkan bahwa 54 persen pemilih AS percaya Obama tidak pantas mendapatkan masa jabatan kedua, sementara 39 persen mendukung pemilihannya kembali.
Di depan Kongres, presiden Obama Selasa (25/1/2011) akan memaparkan agenda legislatifnya untuk tahun depan.
"Ini adalah tantangan besar yang berada di depan kita, tapi kita sampai ke sana, selama kita datang bersama sebagai orang - Republik, Demokrat, Independen," tegas Obama sebagaimana dikutip The Wall Street Journal.
Sebelumnya, Kongres AS membatalkan program pelayanan kesehatan usulan Presiden Barack Obama. Keputusan Kongres Amerika menolak program perbaikan pelayanan kesehatan Presiden Barack Obama mengindikasikan perang politik sengit antara kubu konservatif dan liberal.
Kubu konservatif menilai program Obama ini menyalahi pasar ekonomi Amerika.
Program ini juga mereka sebut sebagai komoditi sosialis. Menurut mereka, program ini memaksa warga Amerika yang tidak memiliki asuransi untuk membelinya dan bagi warga yang menolak akan mendapat denda. Ini adalah aksi pemaksaan yang bertentangan dengan prinsip kebebasan individu yang dijunjung Amerika. Demikian klaim kubu Konservatif. Kubu sayap kanan ini juga menganggap program Obama memboroskan anggaran dan menghambur-hamburkan uang negara.
Sementara itu, kubu Liberal meyakini bahwa program ini akan menghemat anggaran negara sebesar 300 miliar dolar akibat pengeluaran pemerintah untuk membiayai pengobatan warga yang tidak memiliki asuransi. Kubu ini menambahkan bahwa ambisi besar perusahaan asuransi untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya membuat puluhan juta warga Amerika tidak mendapat pelayanan jasa pengobatan.
Wajah Kongres telah berubah secara drastis, sejak Republik meraih keuntungan dalam pemilu November paruh waktu beberapa bulan lalu.
Amerika kini mengalami kebangkrutan. Negara ini tidak bisa lagi membiayai dan mengendalikan dunia. Negara terkaya di dunia ini sekarang menjadi negara yang paling sarat utang. Kekuatan super yang pernah digunakan untuk memberikan pinjaman kepada orang lain hari ini overhead tenggelam dalam hutang-sekitar $, 14 triliun yang tidak dapat dibayar.
Red: Shodiq Ramadhan
Sumber: Theunjustmedia, IRIB











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...