Resolusi PBB Kutuk Permukiman Israel
Rancangan resolusi, yang disponsori oleh lebih dari 120 negara, telah diajukan kepada Dewan Keamanan untuk menempatkan isu pemukiman Israel sebelum (diambil keputusan) oleh yurisdiksi PBB, Kamis (20/1/2011). Namun, rancangan resolusi itu belum dibawa ke pemungutan suara. Duta Besar Iran untuk PBB mengatakan rancangan menyediakan cara yang baik untuk menyelesaikan (masalah) di Dewan Keamanan - terutama anggota Permanen 5 (pemegang hak veto).
Lebih dari 120 negara menandatangani rancangan resolusi ini. Tidak ikut menandatangani Rancangan tersebut adalah negara-negara Barat seperti Amerika Serikat - Inggris - Perancis - Jerman dan Kanada.
Duta Besar AS Rosemary DeCarlo menyebut pembangunan pemukiman Israel "korosif" bagi proses perdamaian. Dia terus menyuarakan dukungan opsi solusi dua i negara.
Anggota Dewan Keamanan yang telah menandatangani pernyataan tersebut juga mencakup Brazil - India dan Afrika Selatan. Duta besar Brasil mengatakan bahwa solusi dua negara bahwa AS mungkin mustahil dilaksanakan - mengingat masalah pembangunan perumahan Israel. Wakil Tetap Palestina mengatakan ia ingin segera voting - tetapi dia bersedia untuk bekerja sama dengan anggota Dewan Keamanan tentang masalah ini.
Banyak yang mengatakan kemungkinan voting Rancangan tersebut akan dilakukan akhir bulan ini. Tetapi beberapa duta besar menyatakan kepada Press TV bahwa masih ada penyesuaian dalam ‘bahasa pernyataan’ sebelum dlakukan voting.
Sehari sebelumnya, Amerika meloobby Negara Arab agar tidak mengjukan Resolusi DK PBB soal Permukiman Yahudi. Para pejabat Amerika berpendapat, langkah-langkah yang diambil tanpa persetujuan Israel hanya akan membuat upaya perdamaian kian sulit. Pemerintahan Obama hari Selasa (18/1) mengatakan, dengan aktif berusaha meyakinkan negara-negara Arab agar tidak mensponsori resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menyatakan kegiatan permukiman Israel di Tepi Barat ilegal.
Para pejabat Amerika tidak menyatakan terang-terangan akan memveto resolusi mengenai kegiatan permukiman Israel. Tetapi mereka berkeras, langkah itu adalah “gagasan buruk” dan pemerintahan Obama menghimbau agar para diplomat Arab dan Dewan Keamanan tidak menindaklanjuti rancangan resolusi itu.
Dalam perkembangan lain, misi diplomatik Palestina di Washington mengibarkan bendera Palestina untuk pertamakalinya dalam sebuah upacara hari Selasa. Jurubicara Departemen Luar Negeri PJ Crowley mengatakan, Amerika menyetujui pengibaran bendera Palestina itu beberapa bulan yang lalu. (msa/ptv/voan)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...