Rezim Zionis Bangun 1400 Rumah Baru
Â
Israel segera mengesahkan proyek pembangunan 1.400 rumah baru di permukiman Gilo,Yerusalem Timur. Laporan media dan dewan lokal kemarin itu mengabaikan tekanan global agar rezim Zionis menghentikan pembangunan permukiman Yahudi karena menghambat perundingan perdamaian.
Proyek konstruksi skala besar itu akan menambah rumah baru di permukiman Gilo, dekat Betlehem. Bahkan, proyek itu diperkirakan disahkan oleh komisi perencana distrik dalam beberapa hari mendatang. Proyek tersebut tampaknya akan segera menuai kecaman dari komunitas internasional yang berulang kali mendesak Israel menghentikan semua proyek permukiman di daerah Arab,Yerusalem Timur. Pernyataan Dewan Kota Yerusalem membenarkan adanya proyek itu.
Otoritas setempat menyatakan, proyek tersebut bagian dari kebijakan jangka panjang untuk memperluas perumahan bagi penduduk Arab dan Yahudi di kota tersebut. “Tidak ada perubahan kebijakan konstruksi permukiman di Yerusalem selama 40 tahun terakhir. Otoritas Yerusalem terus mendorong konstruksi permukiman Yahudi dan Arab di kota itu,” papar Dewan Kota Yerusalem. Proyek tersebut langsung mendapat kritik dari aktivis dan politisi sayap kiri, serta dikecam rakyat Palestina yang tanahnya dicaplok rezim Zionis.
“Kami mengecam keras tindakan Israel ini yang terus membuat keputusan baru di bidang permukiman dan mengganggu fakta-fakta baru di kawasan,”tutur kepala negosiator Palestina Saeb Erakat. “Saya pikir kini waktunya bagi pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk secara resmi meminta tanggung jawab Israel terhadap runtuhnya proses perdamaian,” tandas Erakat. Perundingan damai antara Israel dan Palestina mengalami kebuntuan terkait permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Palestina menolak bernegosiasi dengan Israel yang terus membangun permukiman Yahudi di tanah yang hendak menjadi wilayah negara masa depan Palestina. Sekretaris Jenderal Peace Now Yariv Oppenheimer mengaku sangat kecewa dengan proyek tersebut. Peace Now merupakan organisasi nonpemerintah yang menentang pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina. (AFP/Rtr/mj/sryf)
Â
Last Updated (Monday, 17 January 2011 22:16)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...