Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) menggelar diskusi terbuka bekerja sama dengan Forum Umat Islam (FUI), Majelis Taklim Wisma Dharmala Sakti (MT-WDS), Hizb Dakwah Islam (HDI), Radio RAS FM 95, 5 dan Suara Islam Online (SIO) mengangkat tema “Kabinet Baru Tersandung Century Gate?” pada hari rabu (28/10) di Jakarta.
Kasus Bank Century menurut pengamat kebijakan publik Ichsanudin Noorsy harusnya dijadikan pembelajaran bagi anggota DPR periode 2009-2014 yang baru saja dilantik. "Komposisi anggota dewan sekarang ini 70 persen orang baru. Sehingga ini saatnya mereka belajar dengan kasus ini," papar mantan anggota DPR ini.
Menurutnya, kasus Bank Century juga bisa dijadikan pembelajaran bagi anggota dewan yang memang ingin beroposisi. Namun masalahnya dengan komposisi koalisi yang dibangun pemerintah di DPR maka indikasi dihentikannya pengusutan kasus tersebut semakin kuat. "Ini saatnya juga Hanura, Gerindra dan PDIP membuktikan diri dan mengusung hak angket untuk kasus ini," tegasnya.
Ichsanudin juga menjelaskan berdasarkan data audit BPK sementara, indikasi keterlibatan pemerintah dalam kasus Bank Century memang cukup tinggi. Pasalnya kasus Bank Century tersebut muncul saat Gubernur BI dijabat Boediono yang sekarang terpilih sebagai Wapres dan Menkeu tetap Sri Mulyani. "Ini saatnya DPR melakukan pembelajaran," paparnya.
Kasus Century Kebohongan Publik Besar
Hendri Saparini Managing Director Econit mengatakan, saatnya membawa kasus Bank Century ke ranah politik agar kasus tersebut terungkap secara jelas. Senada dengan Ichsanudin, menurutnya Presiden SBY sudah yakin bahwa pihaknya tidak akan tersandung dengan kasus ini.
"SBY sudah yakin tidak akan tersandung, karena sudah banyak upaya untuk membungkam kasus ini," tegasnya.
Kasus Century menurut Hendri bisa dilanjutkan jika ada kemauan dari DPR, BPK dan pemerintah sendiri menyelidiki kasus tersebut. "Di DPR dengan komposisi sekarang yang banyak koalisinya nampaknya susah, tapi ini saatnya kita ajak parpol yang bertujuan oposisi untuk menunjukan hal itu secara nyata. Kita bawa ini dengan pendekatan politik," tambahnya.
Mengandalkan lembaga BPK sendiri juga cukup sulit. Sebab auditor yang melakukan audit terhadap kasus tersebut telah melakukan tugasnya dengan baik namun rekomendasi dari pimpinan di atasnya telah mementahkan kasus itu kembali.
Sementara pemerintah sendiri dengan jelas telah menempatkan kembali Sri Mulyani sebagai Menkeu. "Ini upaya pembungkaman sehingga yakin tidak akan tersandung," terangnya.
Padahal kasus Century merupakan kebohongan publik besar yang telah dilakukan pemerintah secara sistematis. Bahkan, kata dia, pendekatan pemerintah yang digunakan untuk menyelesaikan kasus tersebut adalah sama dengan pendekatan yang dilakukan IMF yang hanya menawarkan bailout dan likuidasi.
Padahal kasus Century bukan akibat pengaruh krisis global tetapi lebih pada kesahalahan pengelolaan. "Karenanya tidak ada cara laoin kecuali melakukan pendekatan politik untuk penyelesaian kasus ini dengan pendekatan ke teman-teman dewan," tambahnya.
Ichsanudin juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya pemerintah sudah berupaya mengubur kasus itu di DPR melalui kekuatan koalisi yang dibangun. (mj)
Last Updated (Thursday, 29 October 2009 11:52)