|
Terpilihnya Obama sebagai Presiden AS disambut hangat oleh para pemimpin dan tokoh di dunia, termasuk dunia Islam. Obama dinilai memberi harapan baru untuk sebuah perubahan, termasuk perubahan politik luar negeri AS terkait dengan berbagai konflik yang melibatkan umat Islam. Namun demikian, tidak sedikit pula yang merasa pesimis akan adanya perubahan tersebut mengingat kultur politik luar negeri AS sulit berubah dan kuatnya pengaruh lembaga-lembaga lobi Yahudi di AS. Mereka mengatakan Obama memang lebih "baik" daripada Maccain untuk kepentingan dunia Islam, tapi tidak jauh berbeda dengan McCain.
Associated Press pada Rabu (5/11) memuat laporan mengenai perbandingan kebijakan dan politik luar negeri yang akan ditempuh Obama dan McCain. Perbandingan ini disimpulkan dari statemen dan pernyataan masing-masing capres selama masa kampanye yang kemungkinan besar akan menjadi garis besar arah politik luar negeri AS di masa kepemimpinan Obama. Berikut ini beberapa pandangan dan pendapat Obama dan McCain terkait dengan sejumlah permasalahan dunia Islam, seperti masalah Palestina-Israel, masalah Irak, Darfur, Afghanistan, Guantanamo, Iran, Afghanistan dan Pakistan. Konflik Palestina-Israel
Jhon McCain menegaskan akan selalu memelihara keunggulan militer Israel di kawasan Timteng dibanding negara-negara Arab dan Iran, serta mendukung penuh Jerusalem sebagai ibukota abadi Israel tak terbagi. McCain juga menerima prinsip perdamaian didasarkan pada prinsip berdirinya negara Palestina yang berdaulat hidup berdampingan dengan Israel secara damai. Sementara Obama secara garis besar memiliki pandangan yang sama, hanya saja yang membedakannya, Maccain tidak mengakui dan mengabaikan penderitaan rakyat Palestina, sementara Obama mengakuinya bahwa rakyat Palestina saat ini dalam kondisi yang sangat buruk dan memerlukan bantuan kemanusiaan segera, namun dalam beberapa kesempatan, Obama mengatakan penderitaan itu bukan disebabkan karena Palestina berada dibawah penjajahan Israel, tapi karena rakyat Palestina sendiri yang tidak mau mengakui Israel dan menolak meninggalkan cara-cara kekerasan. Obama juga merupakan pendukung setia Jerusalem sebagai Ibukota Israel dan menolak hak pulang bagi jutaan pengungsi Palestina.
Masalah Irak
McCain menolak keras penentuan jadwal waktu penarikan pasukan AS dari Irak dan selalu menekankan bahwa strategi yang dilakukan Bush saat ini dalam arah yang benar dan tengah menuju kemenangan. Maccain juga selalu mendukung eksistensi pasukan perdamaian AS di Irak untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Sementara Obama yang sejak awal merupakan tokoh penentang invansi AS ke Irak berjanji akan menarik pasukan AS dari Irak dalam rentang waktu 16 bulan setelah masa kepemimpinannya. Masalah Darfur Sudan
Obama akan mendukung upaya penerapan kawasan aman dan pelarangan penerbangan antara wilayah Sudan dan Darfur. Hal ini menurut Obama untuk mencegah pemerintah Sudan memberi dukungan bagi kelompok-kelompok pro pemerintah Sudan di Darfur untuk melakukan tindak kekerasan. Tapi Obama mensyaratkan semua langkah itu harus dibawah supervisi PBB. Sementara McCain mengusulkan pembentukan koalisi Iinternasional beranggotakan negara-negara yang memiliki citra baik di bidang demokrasi untuk menyelesaikan masalah Darfur. Usulan ini menurut Maccain menghindari manuver dan tekanan dari Rusia dan China di DK PBB. Masalah Iran
Dalam berbagai statemennya, Obama selalu menyatakan akan mengedepankan cara-cara dialog dengan Iran untuk menyelesaikan berbagai perbedaan cara pandang dengan Iran. Dia juga mengatakan bersedia bertemu dengan Presiden Ahmadi Nejad. Namun, jika dialog tersebut tidak membawa perubahan maka AS akan memperberat tekanan-tekanan terhadap negara ini. Hanya saja Obama pernah mengatakan ajakan berdialog itu penting agar suatu saat AS menggunakan cara-cara yang lebih keras akan mendapatkan legalitas dan kepercayaan publik internasional. Sementara McCain mengatakan akan mengambil kebijakan keras terhadap Iran termasuk penambahan sangsi dan menolak segala bentuk dialog dengan pemerintah Iran terkait program nuklirnya. Maccain juga dalam beberapa kesempatan selalu mengatakan opsi penggunaan kekuatan militer sangat terbuka untuk menekan Iran menghentikan program nuklirnya. Afghanistan
Obama berjanji akan menambah pasukan AS di Afghanistan dengan menarik 7.000 pasukan AS dari Irak dan sebagiannya akan ditempatkan di Afghanistan. Obama juga termasuk penyeru terus dilancarkan serangan-serangan udara di daerah-daerah basis kelompok milisi Taliban terutama di Waziristan. Sementara McCain mendukung penambahan pasukan AS tanpa batas, sampai perang melawan terorisme menuai kemenangan. Pakistan
Obama memandang aksi-aksi serangan dan operasi militer memburu milisi-milisi Al Qaeda di Pakistan dapat terus dilakukan jika pemerintah Pakistan memang tidak mampu atau lemah dalam menjalankan peran ini. Obama lebih mengedepankan penumpasan Al Qaeda di Pakistan dilakukan oleh Pemerintah Pakistan. AS hanya membantunya dan memberi fasilitas. Obama menilai kegagalan pasukan NATO dan AS di Afghanistan karena strategi perang yang salah dan perlu dilakukan evaluasi ulang. Penjara Guantamo
McCain menginginkan penutupan penjara Guantamo dan para napinya dipindahkan ke penjara militer di AS. McCain juga meminta perlunya disepakati aturan internasional yang baru, khusus untuk menangani para napi yang dikategorikan " bahaya". McCain sangat mengecam keputusan Peradilan Konstitusi Tinggi AS yang membolehkan bagi para tahanan Guantanamo untuk mengajukan masalah mereka di depan peradilan sipil AS. Sementara Obama menginginkan penutupan Guantanamo dan mengijinkan para tahanannya untuk mengajukan gugatan di depan peradilan sipil AS. di satu sisi, Obama sangat mengecam kebijakan Presiden Bush yang mengabaikan revisi dan pengembangan sistem judicial militer terkait tahanan teroris yang dinilainya belum memberikan jaminan tidak terjadinya salah tangkap, sehingga banyak penduduk sipil yang mendekam di tahanan Guantamo karena salah tangkap. [syarif/ap/alj/www.suara-islam.com]
|